Produsen es krim itu tak setuju pada langkah perusahaan induknya, Unilever, membalikkan keputusan mereka tahun lalu untuk berhenti menjual produk di Tepi Barat.
Bisnis rongsokan tak bisa dipandang sebelah mata. Per hari, perputaran uang bisa mencapai Rp 80 juta. Sedangkan keuntungan bisa mencapai Rp 2 miliar per tahun.
Bukan pemandangan baru lagi kalau ada badut jalanan yang 'ngamen' di lampu merah. Ternyata, adanya badut jalanan itu menjadi peluang bisnis bagi sebagian orang.
Kadir Srimulat menceritakan kondisi finansialnya yang sempat terpuruk karena sepi job selama 5 tahun. Terlebih dia harus berobat karena idap sakit jantung.