Mahasiswi Bandung Memetik Untung dari Bisnis Bulu Mata Lentik

Anindyadevi Aurellia - detikJabar
Rabu, 06 Jul 2022 14:30 WIB
Lucy Martha, owner Martha Beauty Bar
Foto: Anindyadevi Aurellia
Bandung -

Tren kecantikan kini semakin beragam. Mulai dari rambut sebagai mahkota wanita, seni nail art atau menghias kuku, bahkan kini yang cukup ramai diperbincangkan adalah bulu mata. Jika kita sudah mengenal sambung rambut atau hair extension, bulu mata pun juga punya perawatan khusus agar terlihat lebih lentik.

Eyelash extension atau sambung bulu mata hadir menjadi sebuah tren di kalangan perempuan. Prosedur kecantikan ini dilakukan untuk mendapatkan bulu mata yang lentik, tebal, dan panjang. Hasil eyelash extension tampak lebih alami dibandingkan menggunakan bulu mata palsu.

Lucy Martha, pemilik salah satu studio eyelash extension di Bandung, mengatakan tren ini mulai digandrungi mojang Bandung sejak tahun 2018. Saat itu, usaha dengan spesialisasi di satu bidang kecantikan belum menjamur.


Ragam Nail Art dan Eyelash ExtensionRagam Nail Art dan Eyelash Extension Foto: Anindyadevi Aurellia

"Aku memang sejak dulu suka dandan, sering banget eyelash extension dan nail art. Waktu itu studio kecantikan seperti itu belum banyak, eyelash extension masih mahal di kisaran Rp 300.000. Akhirnya aku ikut salah satu kursus eyelash extension karena melihat ada peluang yang cukup besar dari sini," ujar gadis yang masih berusia 20 tahun tersebut.

Kepada detikJabar, Lucy mengaku tak pernah menyangka bahwa hal yang ia gemari bisa jadi lahan uang yang menggiurkan. Martha Beauty Bar, studio kecantikan yang baru dibangunnya sejak tahun 2020 lalu kini semakin berkembang. Bahkan di usianya yang masih belia, sudah mengurus tiga cabang sekaligus.

Modal nekat buka usaha saat pandemi ternyata justru membuahkan keuntungan. Ia melihat adanya kecenderungan para mojang Bandung ingin tampil maksimal meski saat pandemi berlangsung.

"Pandemi justru rame. Aku buka usaha ini malah justru waktu pandemi karena sekolah gabut (gaji buta, banyak waktu luang), jadi bosen dan bingung mau ngapain. Akhirnya skill waktu kursus itu aku asah terus, sampai kurang lebih setahun baru berani buka studio di rumah," ujarnya.

"Karena eyelash extension itu candu sih, orang bangun tidur ngaca jadi langsung kelihatan cantik. Waktu eyelash extensionnya mulai hilang, pasti merasa pucat dan enggak cantik lagi. Jadi balik terus, apalagi pandemi orang bosen banget di rumah dan ingin mempercantik diri," katanya menambahkan.

Ia tekun mempelajari dan mengulik sendiri tren terbaru dari eyelash extension, lashlift (pelentikan bulu mata), dan nail art. Semuanya ia pelajari secara otodidak, berbekal skill selama kursus tiga hari. Butuh satu tahun untuknya membiasakan diri dan mengasah kemampuannya.

Usaha yang dirintisnya tentu tak moncer dalam sekejap. Sepuluh bulan ia membuka usaha di rumahnya daerah Cipamokolan dengan kondisi ruangan seadanya. Hingga Lucy memutuskan untuk mulai sewa di sebuah rumah lawas dengan atap yang kurang memadai di daerah Turangga, agar lebih dekat dengan Bandung kota.

"Atapnya rusak, pokoknya waktu itu studio Turangga belum kaya sekarang. Tapi syukurnya tetep rame, jadi keuntungan itu aku pakai untuk renovasi. Enam bulan kemudian buka cabang di Cicadas, empat bulan kemudian buka cabang di Gegerkalong. Laris terus alhamdulillah," ceritanya sambil tersenyum.

Martha Beauty BarMartha Beauty Bar Foto: Anindyadevi Aurellia

Mahasiswi manajemen bisnis Universitas Pasundan ini berhasil menata usahanya dengan segmentasi remaja. Taktik yang ia pegang dalam usahanya adalah riset sebelum eksekusi, serta tak ambil untung banyak yang penting bisa menjangkau banyak pelanggan.

"Pastikan produk yang kita pakai dari distributor resmi, aman, bersertfikat, dan sudah dicoba dulu. Sebelum ditest ke klien pasti sebelumnya aku sudah sering coba pakai dulu untuk pastikan ini udah aman belum sih? Selain kualitas juga aku lihat kuantitas pelangganku. Gak perlu pasang harga mahal-mahal yang penting banyak yang puas dan kembali lagi," ungkapnya.

Harga treatment di Martha Beauty Bar memang tergolong terjangkau. Eyelash extension berada di kisaran harga Rp 85.000-160.000, lashlift berada di harga Rp 60.000-65.000, dan nail art mulai dari Rp 65.000.

Kini, ia mampu menghidupi 19 karyawan dalam tiga cabang Martha Beauty Bar. Dalam sehari, tiga cabang tersebut mampu melayani 90-100 lebih pelanggan dengan sistem booking schedule via WhatsApp. Tak heran jika usaha ini mampu menghasilkan puluhan bahkan ratusan Juta omzet kotor.

Meski sukses di usia dini, Lucy tak punya keinginan muluk-muluk. Harapannya bukan rumah atau mobil baru, seperti keinginan anak muda lainnya. Ia justru fokus pada pengembangan usahanya.

"Setiap ada uang yang dipikirkan adalah cara untuk mengembangkan Martha Beauty Bar. Rencananya tahun depan mau buka salon untuk hair coloring and treatment, kemudian buka cabang Martha Beauty Bar di Cimahi. Mohon doanya ya," tutur Lucy dengan sumringah.



Simak Video "Industri Bulu Mata Palsu, Purbalingga"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/tya)