Mulai 25 November, kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan mengajak semua elemen masyarakat berkolaborasi menghapus kekerasan terhadap perempuan.
Pemerintah Gianyar menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Kegiatan ini menekankan peran penting perempuan dalam keluarga yang aman.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dorong langkah nyata atasi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Data menunjukkan 25% perempuan dan 50% anak jadi korban.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyebutkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Indonesia sejak Januari sampai Juni 2025 mencapai 13.845 kasus.
Pimpinan ponpes di Lombok Tengah dilaporkan karena dugaan kekerasan psikologis terhadap santriwati, memaksa mereka bersumpah dengan air Makam Wali Nyatoq.