Kericuhan terjadi di Kota Kupang dipicu pertandingan futsal, melibatkan anggota TNI dan polisi. Bentrokan berujung pada perusakan fasilitas milik polisi.
Korban yang hendak melerai perkelahian justru dikeroyok oleh kelompok anak kepala desa di Blora. Meski telah ditangkap, anak kepala desa belum jadi tersangka.