Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, menyebut AS membuka pintu untuk pembalasan, setelah fasilitas nuklir Teheran dibom.
Pemerintah Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai balasan atas serangan udara yang menghancurkan program nuklirnya.
Ali Shamkhani, penasihat senior Khamenei, mengatakan program nuklir Iran masih jauh dari berakhir, meskipun fasilitas nuklir negara itu baru saja dibom AS.
Dubes Iran untuk PBB menyatakan AS "menghancurkan diplomasi" dengan menyerang situs nuklir Iran. Sementara Trump mengatakan terbuka terhadap perubahan rezim.