Kabinet Wilopo adalah kabinet ketiga yang diresmikan pada April 1952. Usia kabinet ini tak panjang karena timbulnya separatisme dan berbagai peristiwa lain.
RM berharap para korban mendapat pendampingan dan perlindungan. RM menceritakan banyak mahasiswa mengalami guncangan psikis, ditambah desakan membayar utang.
Mulai Januari 2026, tenaga non-ASN tidak lagi diperbolehkan di jabatan administrasi pemerintah. Kebijakan ini bertujuan untuk efisiensi dan peningkatan layanan.