Pengeroyokan itu bermula saat rombongan tersangka mengalami gesekan dengan kelompok tertentu saat mereka dalam perjalanan pulang usai plesir di Malioboro.
Sudah 20 tahun lebih Mbah Tiwi jualan nasi ayam murah meriah di Mergangsan Jogja. Aktivitas itu kini ia lakoni sendiri sejak suami dan anaknya meninggal.