Pengeroyokan itu bermula saat rombongan tersangka mengalami gesekan dengan kelompok tertentu saat mereka dalam perjalanan pulang usai plesir di Malioboro.
Tidak ada gunungan dalam Garebeg Mulud Be 1960/2026 di Keraton Jogja. Meski demikian, sedekah raja kepada kawula tetap hadir dalam bentuk yang lebih sederhana.