Lembaga Adat Melayu Riau prihatin atas tindakan anarkis saat penertiban PETI. Mereka mendorong dialog, termasuk pembentukan Wilayah Pertambangan Rakyat.
Wanita di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, FF dituduh menjadi perebut lelaki orang (pelakor). Ia kemudian mengalami penganiayaan, seperti disiram air cabai.