Ada Ceret dan Teko di Dalam Ka'bah, Ini Asal Mulanya

Ada Ceret dan Teko di Dalam Ka'bah, Ini Asal Mulanya

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Selasa, 05 Mei 2026 05:00 WIB
Hiasan di dalam Kabah.
Ceret dan teko menggantung di antara pilar-pilar Ka'bah. Foto: The Islamic Information
Jakarta -

Ka'bah merupakan bangunan paling suci bagi umat Islam yang menjadi kiblat salat di seluruh dunia. Selama ini, kita mungkin lebih sering melihat keindahan Ka'bah dari sisi luar saja. Namun, pernahkah umat Islam membayangkan apa saja isi Ka'bah?

Salah satu benda bersejarah yang menarik perhatian adalah keberadaan sejumlah ceret dan teko yang tergantung di antara pilar-pilar Ka'bah. Begini asal-usulnya.

Asal Mula Ceret dan Teko Dalam Ka'bah

Menurut Encyclopedia Britannica, di antara pilar Ka'bah terdapat lampu perak dan emas yang digantung. Lampu-lampu (lentera) ini terlihat seperti ceret dan teko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benda-benda tersebut merupakan hadiah atau persembahan dari para sultan, raja, dan khalifah di masa lalu. Beberapa benda tersebut memiliki prasasti ayat-ayat Al-Qur'an dan nama-nama pengusaha yang memesannya.

Pada saat itu, memberi hadiah berupa benda berharga untuk diletakkan di dalam Ka'bah dianggap sebagai bentuk penghormatan umat Islam terhadap Ka'bah.

ADVERTISEMENT

Bagian Penting Dalam Ka'bah

Dilansir dari The Islamic Information, terdapat beberapa bagian penting dalam Ka'bah. Berikut di antaranya.

1. Kunci Ka'bah

Pada tahun penaklukan Makkah, tepatnya pada 8 Hijriah, Nabi Muhammad SAW mempercayakan kunci Ka'bah kepada Utsman bin Abi Thalhah, keturunan Bani Abdu Dar, yang juga telah menjaga kunci tersebut sebelum datangnya Islam.

Kunci yang terbuat dari logam dan memiliki panjang 35 cm itu kemudian disimpan oleh Utsman bin Abi Thalhah dan keturunannya yang kemudian dikenal dengan Bani Syaibah.

2. Kotak Marmer

Kotak marmer ini terletak di sebelah kanan pintu Ka'bah. Kotak tersebut merupakan tempat penyimpanan minyak dan parfum yang digunakan mencuci dan membersihkan bagian dalam Ka'bah.

3. Pintu dalam Ka'bah

Di sebelah utara Ka'bah, terdapat sebuah pintu yang disebut 'Pintu Taubat' yang terbuat dari kayu pilihan dan dilapisi dengan ukiran emas dan perak.

4. Tempat Salat Nabi Muhammad SAW

Saat memasuki Ka'bah, umat Islam dapat melihat pola unik yang menyerupai sajadah di lantai Ka'bah. Ini adalah tempat salat Nabi Muhammad SAW ketika beliau memasuki Ka'bah saat Fathu Makkah.

5. Al-Multazam

Al-Multazam adalah sebutan untuk area yang terletak di tengah antara sisi kiri pintu Ka'bah dan Hajar Al-Aswad.

6. Hiasan Gantung

Seperti dijelaskan sebelumnya, dalam Ka'bah terdapat hiasan gantung yang sekilas terlihat seperti ceret dan teko. Barang-barang kuno ini adalah hadiah pemberian raja, sultan, dan penguasa sejarah.

Pemaparan Ulama tentang Bagian Dalam Ka'bah

Dikutip dari Al-Kakbah Al-Musyarrafah wa Al-Hajar Al-Aswad karya Dr. Muhammad Abdul Hamid Asy-Syarqawi dan Muhammad Raja'i Ath-Thahlawi yang diterjemahkan oleh Luqman Junaidi dan Khalifurrahman, berikut beberapa pemaparan bagian dalam Ka'bah dari beberapa tokoh muslim:

1. Pemaparan Ibnu Jubair

Pada abad ke-12 M Ibnu Jubair (1145-1218 M) memaparkan keadaan dalam Ka'bah sebagai berikut:

"Ketika engkau memasuki pintu Ka'bah, sesuatu yang kali pertama engkau lihat di sebelah kiri tanganmu adalah rukun atau sudut yang di bagian luarnya terdapat Hajar Aswad. Ada dua kotak berisi Al-Qur'an, di atas keduanya terdapat dua pintu seperti jendela kecil yang terbuat dari perak sepanjang sudut. Benda serupa juga terdapat di rukun Yamani, tetapi keduanya telah dihilangkan dan yang tersisa hanyalah bingkai kayu. Ada beberapa pintu sejenis lainnya, seperti di rukun Syami, rukun Iraqi, dan sebelah kanan pintu utama. Dari dalam pengunjung bisa menyaksikan rukun Iraqi dan bab (pintu) Ar-Rahmah."

Dari pintu Ar-Rahman bisa naik ke atap Ka'bah. Terdapat celah penghubung ke atap yang di dalamnya terdapat tangga. Di bagian bawah terdapat ruangan berisi tempat berdiri Nabi Ibrahim. Terkadang celah ini menimbulkan kesan bahwa Baitullah memiliki lima rukun. Karena, celah tersebut membagi rukun Iraqi menjadi dua bagian.

2. Pemaparan Ibnu Bathuthah

Menurut Ibnu Bathuthah (1325-1349 M), lantai bagian dalam Ka'bah dilapisi marmer bermotif, begitu pula dindingnya. Selain itu, terdapat tiga tiang panjang yang terbuat dari kayu pohon saj (jati). Jarak di antara satu tiang dengan tiang lainnya 4 langkah (sekitar 3 meter). Ketiga tiang tersebut diletakkan di bagian tengah Ka'bah.

Adapun yang paling tengah memiliki lebar separuh sisi antara rukun Iraqi dan rukun Syami. Di atas ketiga tiang ini terdapat sisi yang berpusat di dinding pancuran (barat daya) dari satu sisi, dan dinding Hajar Aswad di sisi yang lain (timur laut). Selain itu, di dalam Ka'bah terdapat papan bertuliskan nama-nama yang melakukan pembangunan.




(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads