Pembukaan PSBM 2026 di Makassar, 2 Menteri Asal Sulsel-7 Gubernur Hadir

Pembukaan PSBM 2026 di Makassar, 2 Menteri Asal Sulsel-7 Gubernur Hadir

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Kamis, 26 Mar 2026 14:43 WIB
Pembukaan PSBM 2026 di Makassar.
Pembukaan PSBM 2026 di Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) 2026. Ada dua menteri asal Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga tujuh gubernur yang hadir.

Pembukaan PSBM 2026 berlangsung di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (26/3/2026). Adapun tokoh-tokoh yang hadir mulai dari saudagar Bugis Makassar hingga pejabat-pejabat negara di kancah nasional.

Para tokoh hadir sejak siang tadi. Di barisan depan bersama para undangan kehormatan lainnya, ada inisiator PSBM Aksa Mahmud, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Pertanian sekaligus Ketua DPP KKSS Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, turut hadir Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla. Hadir pula sejumlah politisi asal Sulsel seperti Meity Rahmatia, Andi Iwan Aras, hingga Syamsu Rizal MI.

Selanjutnya ada sejumlah gubernur yakni Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang, serta Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud.

ADVERTISEMENT

Ketua Panitia PSBM XXVI Ibnu Munzir mengatakan kegiatan tahun ini dihadiri kurang lebih 2.000 orang saudagar Bugis Makassar. Mereka terdiri dari berbagai unsur.

Ibnu menjelaskan, PSBM juga menghadirkan format baru. Tahun ini ada forum kelas bisnis matching yang dirancang mempertemukan langsung pelaku usaha dengan investor.

"Jadi kami tidak hanya menyiapkan forum pleno untuk mendengarkan success story, tetapi kami menyiapkan semacam forum komisi-komisi yang kami istilahkan sebagai kelas bisnis matching," jelas Ibun dalam keterangannya.

Menurutnya, satu fokus forum tersebut adalah pengembangan komoditas kopi. Ibnu mengatakan panitia memfasilitasi pertemuan antara produsen, seller, dan buyer untuk membuka peluang ekspor kopi dari Sulawesi Selatan ke luar negeri.

"Dalam bidang investasi dan kewirausahaan untuk ekspor kopi, panitia memfasilitasi produsen, seller, dan buyer bertemu untuk komoditas kopi ini. Sehingga dapat ditandatangani MoU untuk rencana ekspor komoditas kopi se-Sulsel ke luar negeri," terangnya.



(asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads