Fenomena Rasdul Kiblat terjadi dua kali setahun, memungkinkan umat Islam memverifikasi arah kiblat dengan akurasi tinggi menggunakan bayangan matahari.
Mulai dari mencari pintu masuk terowongan yang tertimbun hingga meledakkan bebatuan, tim SAR harus mengatasi berbagai tantangan untuk mencapai korban banjir.