Banyak orang fokus pada hewan kurbannya, tapi lupa bahwa tata cara penyembelihan juga menentukan kesempurnaan ibadah. Termasuk soal jumlah takbir yang dibaca, yang ternyata memiliki tuntunan khusus berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Menyembelih kurban adalah suatu sunnah Rasul yang sarat dengan hikmah dan keutamaan. Ibadah ini adalah bentuk mendekatkan diri kepada Allah agar mendapatkan keridhaan-Nya dan untuk menggembirakan kaum fakir pada Hari Raya Adha.
Supaya tetap sesuai dengan sunnah dan syariat, yuk simak bagaimana tata cara dan adab dalam menyembelih hewan kurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa Kali Membaca Takbit Saat Menyembelih Hewan Kurban?
Berdasarkan penjelasan ulama dalam kitab Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani serta penjelasan dari NU Online, saat menyembelih hewan kurban dianjurkan membaca takbir sebanyak 3 kali.
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar walillâhil hamd.
Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."
Takbir ini dibaca setelah basmalah dan shalawat, atau dalam beberapa riwayat boleh juga didahulukan sebelum basmalah.
Urutan Bacaan Saat Menyembelih Hewan Kurban
1. Membaca bacaan Basmallah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Latin: "Bismillâhir rahmânir rahîm"
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang"
2. Membaca Sholawat untuk Nabi Muhammad SAW
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Latin: Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.
Artinya: "Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya."
3. Membaca Takbir 3 kali dan Tahmid 3 kali
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu."
4. Membaca Doa Menyembelih Hewan Kurban
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm Artinya,
Artinya: "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku."
Doa di atas dipanjatkan oleh orang yang berkurban. Jika penyembelih membacakan untuk orang lain yang berkurban, maka kata minni diganti dengan menyebut nama shohibul kurbannya.
Mengutip dari NU Inline, dijelaskan pula bahwa ada sejumlah doa yang dianjurkan ketika kita mengambil ancang-ancang untuk menyembelih hewan kurban. Hal ini disampaikan oleh Syekh M Nawawi Banten dalam Tausyiah ala Ibni Qasim.
Menurutnya, sebelum kita menghadapkan hewan kurban ke kiblat dan siap menggoreskan senjata tajam, kita dianjurkan membaca bismillâh, lengkap dan sempurnanya bismillâhir rahmânir rahîm. Setelah itu kita dianjurkan membaca sholawat untuk Rasulullah saw, bertakbir tiga kali. Setelah menghadap kiblat dan sesaat sebelum menyembelih, kita dianjurkan membaca doa menyembelih seperti di atas.
Adab Menyembelih Hewan Kurban
Dirangkum dari beberapa sumber, termasuk Baznas RI dan Muhammadiyah, dijelaskan beberapa adab dan tata cara menyembelih hewan kurban. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dijelaskan bahwa sudah sepatutnya manunia selalu berbuat baik kepada sesama dan makhluk lainnya seperti tumbuhan dan hewan.
Hal tersebut juga sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan dibuktikan dengan sebuah hadits sebagai berikut:
أخرج البخاري في كتاب الأضاحى 5132: حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ قَالَ ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ
Artinya: "Rasulullah saw menyembelih hewan (berkurban) dengan dua ekor domba. Saya melihat beliau meletakkan kaki beliau di leher hewan tersebut, kemudian membaca basmalah dan bertakbir, kemudian beliau menyembelih sendiri kedua domba tersebut."
Maka demikian, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan:
1. Penyembelih Dianjurkan Orang yang Berkurban
Orang yang menyembelih adalah seseorang yang berkurban, akan tetapi jika orang tersebut tidak bisa atau tidak mampu maka boleh diwakilkan oleh orang lain namun tetap harus menyaksikan proses penyembelihannya.
2. Menggunakan Alat Potong Paling Tajam
Menggunakan alat potong berupa pisau khusus untuk menyembelih hewan yang paling tajam juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW agar proses penyembelihan berjalan lancar tanpa terganggu pisau tumpul.
3. Tidak Mengasah Pisau Tepat di Depan Hewan Kurban
Jika melakukan pengasahan pisau tepat di depan hewan yang akan disembelih, maka kemungkin akan membuat hewan tersebut merasa cemas dan takut. Hal tersebut tidak mencerminkan sikap menghargai sesama makhluk hidup terutama kepada hewan. Asahlah pisau di tempat yang tidak terlihat oleh hewan kurban.
4. Menghadapkan Hewan Kurban ke Arah Kiblat
Disebutkan dalam kitab Mausu'ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21: 196: Hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat pada posisi tempat organ yang akan disembelih (lehernya) bukan wajahnya. Karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Cara tepat lainnya dengan menghadapkan hewan ke arah kiblat, memposisikan kepala di selatan, bagian kaki di barat, dan leher menghadap barat.
5. Kaki Penyembelih Diletakkan pada Leher Hewan Kurban
Maksud peletakan posisi kaki berada di leher sesuai dengan praktik Nabi Muhammad SAW saat melakukan penyembelihan hewan kurban.
6. Disembelih dengan Cepat
Proses penyembelihan dilakukan dengan cepat dengan tujuan agar hewan kurban cepat mati. Jika terlalu lama, maka akan menyiksa hewan kurban dan hewan akan merasakan sakit yang terlalu lama.
7. Memastikan Tenggorokan, Kerongkongan, dan Urat Leher Terpotong
Dengan memastikan bagian tenggorokan, kerongkongan, dan urat leher terpotong dengan benar maka dapat mengetahui bahwa hewan kurban sudah disembelih dengan baik.
8. Biarkan Kaki Kanan Hewan Kurban Bergerak
Sebagian ulama berpendapat dengan membiarkan kaki sebelah kanan bergerak maka akan membuat hewan kurban cepat mati.
9. Tidak Mematahkan Leher Hewan Kurban
Apabila hewan kurban belum benar-benar mati, maka dilarang mematahkan leher hewan kurban. Tunggulah hingga hewan sudah dalam keadaan mati untuk memotong lehernya.
10. Menyamakan Gerakan Nafas Penyembelih dan Hewan Kurban
Dianjurkan ketika mulai menyembelih saat hewan kurban menghembuskan nafasnya, bukan saat menarik nafas. Agar lebih mudah, penyembelih dapat menyelaraskan nafasnya dengan hewan kurban dengan cara mengeceknya pada bagian leher atas.
11. Penyembelih Menahan Nafas saat Menyembelih Hewan Kurban
Dilakukan oleh penyembelih selama pisau masih berada di leher hewan kurban.
12. Arahkan Pisau dari Atas ke Bawah
Gerakkan pisau dari atas ke bawah pada saat menyembelih dan jangan melepas pisau dari leher hewan kurban hingga hewan kurban benar-benar mati.
13. Tunggu Hewan Kurban Benar-benar Mati
Pastikan hewan kurban sudah benar-benar mati ketika akan mengulitinya.
(irb/hil)
