Polisi menetapkan 13 mahasiswa Unika Santo Thomas sebagai tersangka tawuran. Tawuran dipicu masalah sepele dan menyebabkan kerusakan di sekitar kampus.
Suasana Lebaran di Cirebon era Hindia Belanda ditandai dengan kesedihan dan ketenangan akibat krisis ekonomi. Namun, kegembiraan kembali muncul pada 1937.