Belanda menerapkan politik segregasi, yakni memecah atau memisahkan warga menurut ras. Segregasi membuat Kota Bandung selama puluhan tahun terbelah antar etnis.
Kombes Sumarni disebut jujur dan dekat dengan warga. Sumarni membuka rumah dinasnya untuk kegiatan ngopi bareng tukang becak, pengajian dan pelatihan UMKM.
Sejak beberapa waktu terakhir, harga beras di berbagai daerah melejit. Bahkan, ada yang sampai mengalami kelangkaan. Keluhan pun datang dari Bandung dan Tasik.