×
Ad

Bisakah Tanaman Indoor Bantu Hilangkan Kabut Asap dari Dalam Rumah?

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Minggu, 18 Okt 2026 09:00 WIB
Ilustrasi tanaman indoor. Foto: Getty Images/iStockphoto/t sableaux
Jakarta -

Beberapa tanaman hias memiliki kemampuan untuk menyerap kotoran atau racun di udara dalam rumah serta menghasilkan udara segar. Apakah hal yang sama juga bisa dilakukan ketika ada kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla)?

Dilansir dari The Strait Times, Direktur Eksekutif Singapore Environment Council Cheang Kok Chung mengatakan meski tanaman dalam ruangan bisa menyerap polutan dalam jumlah kecil, seperti senyawa organik yang mudah menguap (volatile organic compounds) yang bersifat beracun, tanaman tidak mampu menyaring partikel halus seperti partikel kabut asap secara efektif.

Balasubramanian dari NUS menjelaskan bahwa daun tanaman dapat menangkap sebagian partikel yang ada di udara. Namun, luas permukaan daun yang terbatas dan sedikitnya kontak dengan udara di dalam ruangan membuat tanaman kurang efektif dalam mengurangi partikel halus di udara secara signifikan.

Tanaman menyerap VOC (Volatile Organic Compounds) melalui stomata yaitu bagian daun yang berfungsi untuk fotosintesis. Tak hanya itu, bakteri dan jamur yang ada di dalam tanah pot dapat menguraikan zat beracun dari udara yang masuk ke dalam tanah. Setelah diserap, tanaman dan mikroba ini memetabolisme polutan menjadi produk sampingan yang tidak berbahaya.

Kemampuan tanaman menyerap polutan ini tergantung dari tekstur, luas permukaan total, dan laju transpirasi daun. Daun kasar, beralur, atau berbulu dapat menangkap lebih banyak partikel.

Di dalam rumah, meskipun jendela sudah ditutup serta menggunakan AC, masih ada celah pintu dari kegiatan buka-tutup pintu yang dilakukan. Ini memungkinkan polutan udara masuk ke dalam rumah.

Tanaman dalam ruangan hanya mampu menyerap gas polutan dalam jumlah kecil dan secara perlahan. Mikroorganisme di dalam tanah juga memiliki kemampuan terbatas untuk menyaring polusi udara. Hal ini karena hanya sedikit udara yang mengalir melalui tanah dalam pot. Akibatnya, kemampuan tanah untuk menyaring polutan menjadi rendah.

Selain itu, tanaman di dalam ruangan mendapatkan cahaya matahari yang jauh lebih sedikit dibandingkan tanaman di luar ruangan. Kondisi ini memperlambat fotosintesis sehingga kemampuan tanaman untuk menyerap dan mengolah gas polutan juga berkurang.

Kondisi ini berbeda dengan lingkungan alami. Tanaman di luar ruangan lebih efektif dalam membantu mengurangi polusi udara, terutama partikel debu halus.

Hutan, taman kota, pepohonan di pinggir jalan, dan kebun dapat membantu menangkap partikel polusi dari udara. Daun dan ranting yang lebat, ditambah dengan bantuan angin, membuat lebih banyak polutan menempel pada permukaan tanaman.

Sebaliknya, tanaman dalam ruangan berada di lingkungan dengan aliran udara yang terbatas. Karena itu, kemampuannya untuk menyaring polusi udara secara alami juga lebih rendah.

Pakai Air Purifier

Memiliki tanaman di dalam ruangan memang bisa membantu menyerap polutan di rumah. Tapi, tidak efektif untuk menyaring polutan selama ada kabut asap.

Pemilik rumah bisa menggunakan bantuan dari air purifier atau penjernih udara. Cara kerja air purifier ini menghisap udara kotor dengan kipas. Lalu disaring melalui sistem filter yang berlapis. Kemudian, udara bersih akan kembali ke luar.

Selain itu, ada cara lain untuk menjaga agar udara dalam rumah tetap aman. Dilansir dari United States Environmental Protection Agency (EPA), hindari melakukan aktivitas yang menimbulkan asap, contohnya merokok, menyalakan lilin, dan lainnya. Kalau bisa, hindari memasak pakai oven terutama jika melibatkan suhu tinggi atau waktu memasak yang lama.



Simak Video "Video: Perjuangan Warga Menembus Asap, Jarak Pandang Terbatas Bahayakan Lalu Lintas"

(abr/ilf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork