Banyak Perumahan di Pinggiran Pakai Nama Vila, tapi Kok Nggak Sesuai?

Banyak Perumahan di Pinggiran Pakai Nama Vila, tapi Kok Nggak Sesuai?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Senin, 19 Okt 2026 18:45 WIB
Kawasan puncak menjadi tujuan favorit turis dari timur tengah terutama dari Arab Saudi.
Ilustrasi Vila. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Nama perumahan menjadi aspek penting karena merupakan bagian dari identitas sekaligus citra hunian. Namun, pernahkah menemukan perumahan yang namanya terdengar mewah, seperti Villa, Residence, atau Park, tetapi tampilan huniannya justru tidak sesuai dengan ekspektasi?

Menurut Wakil Ketua Umum DPP REI Bambang Ekajaya, kasus seperti ini cukup banyak ditemui di perumahan pinggiran kota. Alasannya beragam. Salah satunya, pengembang berharap nama seperti Villa atau Park dapat mencerminkan hunian yang memiliki taman, nyaman untuk bersantai, serta terkesan mewah. Namun, berbagai keterbatasan membuat konsep tersebut terkadang tidak bisa diwujudkan secara optimal.

"Dia berusaha menciptakan nama yang berbeda dengan harapan memiliki daya tarik lebih tinggi dan, mudah-mudahan, bisa menjadi trendsetter," jelas Bambang kepada detikcom, Senin (19/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Bambang, penggunaan nama tersebut tidak sepenuhnya salah. Meski demikian, pengembang perlu lebih cermat dalam memilih nama agar sesuai dengan konsep dan kualitas hunian yang ditawarkan. Jangan sampai nama perumahan terdengar lebih mewah daripada kondisi sebenarnya.

Sebab, nama bukan sekadar identitas, melainkan juga bagian dari konsep hunian yang ingin dibangun dan ditawarkan kepada calon pembeli.

ADVERTISEMENT

Sebagai contoh, perumahan tersebut ingin dibangun untuk masyarakat kelas atas. Berkonsep layaknya rumah liburan, punya kamar yang banyak, ruang kumpul yang besar, kolam renang, hingga lapangan. Dengan konsep selengkap itu, pengembang ingin menamakan Luxury Vila, jelas itu sesuai dengan wujud bangunannya.

Saat ini yang ditemukan justru perumahan memakai nama residence, boulevard, vila, royal, park, grove, atau huis, tetapi hasil proyeknya tidak semuanya sesuai.

"Cuma harus lebih hati-hati. Karena penggunaan nama ini kan sebenarnya punya harapan ya. Punya bobot juga terhadap skala proyek," tegasnya.

Lebih lanjut, Bambang memberikan penjelasan mengenai perbedaan residence, boulevard, vila, royal, park, grove, atau huis, berikut di antaranya.

1. Residence

Salah satu nama yang sering digunakan adalah residence. Kebanyakan juga meletakkan nama ini di belakang. Menurut Bambang, penggunaan residence ketika konsep perumahan tersebut skala menengah ke besar dan memiliki beberapa kluster dan keamanan yang terpadu.

"Residence itu banyak sekali dipakai. Tapi umumnya dia mengacu ke satu kawasan yang biasanya itu kelasnya menengah ke atas ya," jelas Bambang.

2. Boulevard

Boulevard sendiri berasal dari bahasa Prancis yang merujuk pada jalan raya lebar yang ditata dengan lanskap, biasanya memungkinkan beberapa lajur lalu lintas kendaraan serta jalur pejalan kaki.
Saat digunakan sebagai nama perumahan, maknanya seperti perumahan yang berada di lokasi jalan utama, terdiri dari dua jalur berbeda yang luas, dan terdapat pembatas di tengah berupa taman.

3. Vila

Seperti namanya, nama perumahan memakai vila memiliki konsep layaknya hunian yang tenang, private, dan cocok untuk bersantai. Perumahan dengan nama vila juga menawarkan hunian yang eksklusif.

4. Royal

Sementara itu, perumahan yang memakai nama royal berarti menonjolkan arsitektur yang tidak biasa, seperti bangunan kerajaan. Arsitektur klasik, renaisans, neo klasik, dan lainnya sering dijadikan referensi fasadnya.

"Nama Royal itu kan sebenarnya kerajaan ya. Nah, ini sendiri sebenarnya mau menunjukkan kemewahan," terangnya.

5. Park

Penamaan park biasanya dipakai untuk konsep perumahan yang menyediakan taman di dalam areanya.

6. Grove

Sedangkan, grove juga merujuk pada fasilitas semacam taman, tetapi jauh lebih rimbun seperti hutan. Jadi rumah yang memakai nama grove, dalamnya ada area yang rimbun bak hutan. Namun, konsep seperti ini di tengah kota agak sulit ditemukan karena memang lahannya terbatas.

7. Huis

Arti huis dalam bahasa Belanda adalah rumah. Penggunaan kata ini jarang tetapi menurut Bambang konsep rumahnya ada identitas arsitektur khas Belandanya.

"Kalau udah menggunakan huis, dia harus bersifat desainnya arsitektur yang European, yang timeless ya, yang kesannya tuh mewah dan eksklusif gitu," katanya.
Itulah makna masing-masing nama perumahan yang biasa digunakan, semoga membantu.

(aqi/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads