Material yang dipakai pada piring saat ini sudah semakin beragam. Mulai dari kaca, plastik, hingga kertas.
Jenisnya yang beragam ini dibuat untuk memenuhi berbagai kebutuhan karena material juga menentukan tampilan dari produk tersebut. Lantas, dari berbagai macam material yang dipakai, mana yang paling aman dipakai?
1. Piring Kaca
Dilansir dari India Today, piring kaca adalah pilihan yang aman untuk digunakan sehari-hari. Menurut ahli diet klinis Khushma Shah, pemilik Diet Clinic Khushma Shah, kaca tidak bereaksi dengan jenis makanan apa pun, baik panas, asam, pedas, atau berminyak. Hal ini dikarenakan sifat kaca yang tidak reaktif secara kimia sehingga tidak menimbulkan risiko zat berbahaya meresap ke dalam makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, piring kaca mudah dibersihkan, tidak berpori, dan tahan lama. Ideal untuk penggunaan sehari-hari di rumah.
2. Piring Plastik
Piring plastik banyak digunakan karena praktis dan ringan. Bahkan lebih mudah dibawa ke mana-mana tanpa takut pecah. Namun, material ini disebut tidak baik digunakan pada beberapa jenis makanan.
Ketika plastik bersentuhan dengan makanan panas atau berminyak, plastik dapat melepaskan bahan kimia seperti BPA, ftalat, dan mikroplastik. Senyawa-senyawa ini dapat mengganggu hormon, peradangan, masalah metabolisme, hingga gangguan endokrin jangka panjang.
Para ahli sangat menyarankan untuk menghindari piring plastik untuk penggunaan sehari-hari, terutama untuk anak-anak dan lansia. Bahkan plastik yang diklaim "aman untuk microwave" pun dapat mengalami degradasi seiring waktu dan melepaskan bahan kimia.
3. Piring Kertas
Kertas juga dipakai sebagai wadah makanan, salah satunya piring untuk kue ulang tahun. Permukaannya biasanya dilapisi dengan material yang anti air dan tidak mudah rusak.
Piring kertas hanya bisa dipakai 1 kali, lalu harus langsung dibuang. Selain itu, piring kertas tidak cocok untuk makanan panas atau berminyak karena lapisan lilin, plastik, atau yang berbahan kimia dapat meresap ke dalam makanan.
4. Daun
Sebenarnya daun tidak bisa disebut piring karena biasanya hanya dipakai sebagai alas. Meskipun terkesan tradisional, ternyata daun lebih aman daripada plastik dan kertas. Contoh yang paling banyak dipakai adalah daun pisang.
Daun juga jauh lebih ramah lingkungan, dapat terurai secara alami, dan bebas dari lapisan buatan atau bahan kimia. Piring daun tidak melepaskan senyawa berbahaya ke dalam makanan, bahkan saat digunakan dengan hidangan panas.
Itulah penjelasan mengenai material piring yang baik dan yang tidak bisa digunakan untuk sehari-hari, semoga membantu.
(aqi/das)
