Toren air atau tandon air menjadi salah satu komponen penting di rumah untuk memastikan ketersediaan air bersih. Keberadaannya semakin dibutuhkan saat musim kemarau ketika pasokan air berpotensi berkurang.
Namun, memilih toren air tidak bisa hanya berdasarkan harga atau ukuran. Ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan agar kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan dan air tetap terjaga kualitasnya.
Dikutip dari Water Runner dan Penguin, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli toren air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Air
Langkah pertama adalah menghitung kebutuhan air di rumah. Jumlah penghuni menjadi faktor utama, tetapi aktivitas sehari-hari juga perlu diperhitungkan, misalnya menyiram tanaman, mencuci kendaraan, atau beternak.
Dengan mengetahui kebutuhan air, pemilik rumah bisa menentukan kapasitas toren yang paling sesuai.
2. Pertimbangkan Musim Kemarau
Jika tinggal di daerah yang kerap mengalami kekeringan atau pasokan air tidak menentu, sebaiknya pilih toren dengan kapasitas lebih besar.
Selain itu, pilih produk yang memiliki perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV) agar lumut tidak mudah tumbuh di dalam tangki.
3. Sesuaikan dengan Ruang yang Tersedia
Ukuran toren juga harus disesuaikan dengan lokasi pemasangan. Pastikan tersedia ruang yang cukup sehingga pemasangan tidak mengganggu akses maupun fungsi area di sekitarnya.
Perhatikan pula bentuk tangki dan ketentuan penempatannya bila ada aturan yang berlaku di lingkungan tempat tinggal.
4. Pikirkan Kebutuhan Jangka Panjang
Membeli toren air merupakan investasi jangka panjang. Jika ada rencana menambah anggota keluarga atau kebutuhan air diperkirakan meningkat, memilih kapasitas yang sedikit lebih besar bisa menjadi pilihan.
5. Hitung Kapasitas yang Dibutuhkan
Sebagai acuan umum, kebutuhan air rumah tangga berkisar sekitar 50-100 galon per orang per hari. Namun, angka tersebut dapat berbeda tergantung pola penggunaan air di masing-masing rumah.
Pastikan kapasitas toren tidak hanya mencukupi kebutuhan harian, tetapi juga memiliki cadangan untuk kondisi darurat.
6. Pilih Warna yang Sesuai
Karena toren biasanya dipasang di bagian luar rumah, tampilannya juga perlu diperhatikan. Pilih warna yang selaras dengan desain eksterior agar tidak mengganggu estetika bangunan.
7. Pastikan Material Aman
Pilih toren yang menggunakan material berkualitas dan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), berlabel food grade, serta bebas BPA (BPA Free) agar air tetap aman digunakan.
8. Konsultasikan dengan Ahli
Jika masih ragu menentukan ukuran maupun jenis toren, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tenaga profesional. Mereka dapat memberikan rekomendasi sesuai kondisi rumah dan kebutuhan penggunaan air.
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, pemilik rumah dapat memilih toren air yang sesuai kebutuhan sekaligus menjaga ketersediaan air bersih dalam jangka panjang.
(das/das)
