Spons adalah alat kebersihan berbahan lembut dan bisa menyerap air cukup banyak. Penggunaannya bisa untuk membersihkan berbagai macam barang, tetapi paling sering ditemukan spons digunakan untuk membersihkan cucian piring kotor.
Alasan spons banyak digunakan selain sifatnya yang fleksibel, spons ini cukup tahan lama dan tidak mudah rusak atau berubah warna seperti bahan pembersih lain.
Meski begitu, perlu diingat setiap barang juga punya masa pakai. Ponsel yang dibuat kokoh saja bisa rusak dan retak, apalagi spons yang teksturnya lembut dan sering kena air.
Dilansir ABC, Ketua Klinis Pencegahan Infeksi dan Pengendalian Penyakit di Rumah Sakit Westmead dan University of Sydney, Ramon Shaban, spons harus sering diganti. Apalagi jika sering digunakan. Waktu menggantinya biasanya disematkan dalam kemasan produk karena tiap barang memiliki ketentuan berbeda.
"Aturan penting yang pertama adalah mengikuti petunjuk pabrik," kata Profesor Shaban seperti dikutip dari ABC, Minggu (7/6/2026).
Jika tidak ada, para ahli menyarankan agar spons diganti setiap satu atau dua minggu. Meskipun tampilannya masih utuh, belum menipis, dan masih nyaman digunakan, spons harus segera dibuang karena sudah tidak higienis.
"Jika spons dapur digunakan lebih dari sekali, pastikan kamu membilas spons hingga bersih dan menjemurnya hingga kering. Bakteri tumbuh subur di lingkungan yang lembap," saran Profesor Shaban.
Dari luar mungkin spons tersebut hanya basah, tetapi berdasarkan penelitian dalam spons tersebut bisa muncul 362 spesies bakteri berbeda. Semuanya bisa hidup di permukaannya, menurut sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Scientific Reports. Kuman yang ditemukan, di antaranya salmonella dan E. coli di sana.
"Ini adalah serangga yang biasanya menyebabkan penyakit diare," jelas Shaban.
Dilansir dari Today, hasil dari sebuah studi pada 2019 yang menyatakan bahwa spons termasuk salah satu alat kebersihan yang kotor. Para peneliti di Italia menemukan bahwa spons cuci piring adalah barang yang paling terkontaminasi di rumah tangga dan berfungsi sebagai habitat ideal bagi mikroorganisme dan patogen bawaan makanan.
"Temuan ini menimbulkan kekhawatiran yang jauh lebih besar, mengingat sabun cuci piring biasa atau senyawa kimia tidak secara signifikan mengurangi jumlah mikroba pada spons dapur," tulis para peneliti dalam makalah tersebut.
Apakah Spons Perlu Dicuci Setiap Selesai Digunakan?
Mencuci spons setelah digunakan bagi sebagian orang merupakan cara untuk membersihkannya. Namun, menurut penelitian, hal tersebut tidak berpengaruh untuk membasmi semua bakteri. Memang ada kuman yang mati, tetapi jumlahnya tidak sebanyak yang masih bertahan.
Namun, ada cara membersihkan spons yang bisa dicoba, yakni sehabis dipakai, rendam spons dengan air sabun panas. Lalu, panaskan dalam microwave selama dua menit. Lakukan setiap habis digunakan.
Cara lainnya adalah rendam spons selama satu menit dalam larutan 1/2 sendok teh pemutih pekat dengan satu liter air hangat.
Sebagai catatan, cara membersihkan ini tidak menjamin kebersihan spons. Lebih baik spons diganti setiap minggu agar peralatan makan dan masakan tetap higienis.
Itulah penjelasan mengenai cara membersihkan dan waktu mengganti spons
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
Simak Video "Video Permintaan Maaf Aparat yang Curigai Es Kue dari Bahan Spons"
(aqi/abr)