Bentuk toilet di berbagai belahan dunia itu berbeda-beda. Ada beberapa negara dengan toilet berupa kloset jongkok atau duduk. Lalu, ada juga yang punya bidet atau sekadar tisu buat cebok.
Perbedaan toilet tersebut karena kebiasaan dan tradisi masyarakat di berbagai negara. Sejumlah faktor pun mempengaruhi bentuk toilet ini.
Tak jarang perbedaan itu menimbulkan perdebatan, mana yang lebih baik dan nyaman bagi pengguna toilet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, seperti apa perbedaan kebiasaan menggunakan toilet di dunia? Berikut ini penjelasannya, dilansir dari BBC, Kamis (30/7/2026).
Tisu vs Bidet
Banyak negara barat, termasuk Amerika Serikat dan Britania Raya menggunakan tisu daripada air untuk membersihkan diri setelah buang air. Hal ini dianggap aneh oleh negara-negara lain karena air dipercaya bisa membersihkan lebih efektif daripada tisu.
Mengelap diri menggunakan benda pun sudah lama diterapkan. Misalnya orang Yunani kuno menggunakan potongan keramik, lalu orang Amerika kolonial memakai tongkol jagung.
Sementara itu, negara pengguna air buat cebok menyediakan kendi air, bidet, atau jet spray. Kebanyakan negara mayoritas Muslim lah yang menggunakan air di toilet karena dianjurkan dalam agama.
Meski demikian, negara yang tidak didominasi Muslim juga ada yang pakai air dengan semacam bidet di toilet. Contohnya Prancis, Italia, Argentina, dan banyak tempat lainnya.
Kloset Duduk vs Jongkok
Selain itu, ada juga perbedaan bentuk toilet berdasarkan cara pakainya, yakni posisi duduk dan jongkok. Bentuk toilet itu menjadi keragaman di berbagai negara. Pilihannya juga tergantung preferensi masyarakat.
Diperkirakan dua per tiga dunia memakai WC jongkok. Jenis toilet ini dianggap nyaman dan praktis untuk buang air. Apalagi kloset jongkok lebih bersih karena kulit tidak perlu bersentuhan dengan WC.
Meski buang air dengan posisi jongkok memberi banyak manfaat, orang AS tetap lebih memilih kloset duduk. Sebab, toilet jenis ini menjadi standar melalui penyebaran desain kamar mandi Anglo-Amerika serta norma budaya.
Lalu, orang AS juga memanfaatkan waktu yang lebih lama di toilet duduk sebagai bentuk rekreasi. Bahkan, ada pasar yang besar untuk buku-buku yang bisa dibaca sambil duduk di toilet, lho.
Itulah keberagaman toilet di dunia. Semoga bermanfaat!
