Jika memperhatikan dinding, pasti ada retak rambut bermunculan. Ukurannya biasanya kecil, tipis, bahkan seperti coretan. Ada yang hanya beberapa garis, ada pula yang bercabang.
Retak rambut biasanya tidak begitu dalam dan beberapa di antaranya tidak membahayakan kondisi rumah. Namun, retak rambut tidak bisa dianggap sepele. Retakan ini bisa bertambah panjang dan lebar.
"Retak rambut ini pasti awalnya kecil dan mungkin banyak yang nggak sadar. Tapi kalau misalkan memang sengaja didiamkan, lama-lama makin besar dan paling parahnya rumah bisa sampai ambruk," kata Wildan selaku tim konstruksi dari Rebwild Construction saat dihubungi detikcom, Rabu (3/9/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab Retak Rambut di Dinding Rumah
Penyebab kemunculannya bisa disebabkan oleh berbagai hal. Menurut Wildan selaku tim konstruksi dari Rebwild Construction ada beberapa faktor yang menyebabkan retak rambut pada dinding rumah.
1. Plester yang Kurang Baik
Dinding rumah memiliki beberapa lapisan hingga kita bisa melihat dinding yang mulus. Salah satu lapisan awal adalah plester. Apabila bagian ini tidak dipasang dengan benar, lapisan atasnya juga akan terpengaruh. Mulai dari muncul retak rambut, cat mengelupas, menggelembung, hingga dinding lembap.
Pentingnya plester dipasang dengan benar adalah karena lapisan ini menutup dinding yang masih terdiri dari susunan batu bata sehingga tidak ada celah yang dapat menembus.
Retak rambut muncul karena lapisan plester yang dioleskan terlalu kering sehingga tidak ada kelembapan meski hanya sedikit. Alhasil, acian tidak bisa menempel dengan sempurna dan menyebabkan retak rambut pada dinding.
Selain itu, bahan bakunya, seperti pasir dan semen juga dapat memengaruhi kekuatan struktur dinding. Jika menggunakan bahan bangunan yang murah maka bisa muncul retak rambut karena tidak kuat menahan tekanan.
"Kalau material yang dipakai bukan material yang murah karena biasanya ada yang plesterannya tuh pakai pasir ayak. Nah, sedangkan yang bagus tuh sekarang pasir bangka, cuma dia agak mahal memang," tutur Wildan.
2. Permukaan Tanah
Faktor luar, seperti kondisi permukaan tanah juga bisa menyebabkan retak rambut pada dinding. Apabila pergerakan tanah yang terjadi cukup kuat maka dapat menimbulkan retakan lebih besar.
"Karena struktur bangunan itu dibuat sedemikian rupa, jadi kalau ada penurunan tanah maka rumah itu turunnya bisa bareng. Berarti di sekeliling rumah strukturnya masih kuat, tapi di area yang retak ini strukturnya agak kurang kuat, makanya dia jadi retak dan turun," kata Wildan.
Oleh karena itu gempa, tanah bergerak, atau longsor mudah sekali membuat rumah rusak karena tanah adalah tempat di mana bangunan itu berdiri. Apabila permukaannya saja tidak kokoh, rumah pasti tidak akan selamat dan mengalami kerusakan seperti muncul retak rambut.
3. Pemilihan Material yang Salah
Seperti yang disebut sebelumnya, pemilihan material harus tepat karena material itu yang akan menjadi bahan racikan. Apabila tidak tepat bisa muncul retak rambut pada dinding.
"Kita bicara material dinding ya, itu ada yang dari coran, bata merah, bata ringan, dan batako. Biasanya kalau rumah pakai bata ringan sering muncul retak rambut karena sifatnya nggak tahan tekanan," ujarnya.
Wildan lebih merekomendasikan penggunaan material bata merah oven untuk dinding, khususnya bata oven yang bagian dalamnya berwarna hitam. Sebab, bata merah dinilai lebih kuat, bisa menahan panas, dan tidak mudah retak karena tekanan. Hanya saja, harga bata merah memang lebih mahal daripada bata ringan.
Itulah beberapa penyebab munculnya retak rambut di dinding, semoga membantu.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/aqi)











































