6 Tanaman Perusak yang Tak Boleh Ditanam Nempel Rumah

6 Tanaman Perusak yang Tak Boleh Ditanam Nempel Rumah

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 13 Mei 2026 08:48 WIB
Mango on the tree
Ilustrasi pohon mangga. Foto: Getty Images/Nikodash
Jakarta -

Rumah rusak bukan hanya disebabkan perubahan cuaca, melainkan bisa karena pohon yang ditanam di sekitarnya. Kerusakan ini bisa berbentuk keretakan dinding hingga aspal atau paving block di jalan.

Pohon yang tergolong perusak adalah yang memiliki akar aktif dan keras. Tidak seperti batang yang panjang sedikit bisa dipotong, akar tumbuhan tidak terlihat.

Akar yang terus tumbuh dan menjalar ke berbagai arah bisa menghancurkan bangunan, jalanan, pagar, hingga pipa atau saluran air yang dilewatinya. Potensi kerusakan itu akan semakin besar jika jarak antara pohon dan bangunan berdekatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk rumah yang luasnya tidak seberapa dan saling menempel dengan rumah sampingnya harus lebih hati-hati saat memilih pohon yang akan ditanam di rumah.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa tanaman dan pohon yang harus dihindari dipasang dekat rumah.

ADVERTISEMENT

1. Pohon Alpukat

Pohon alpukatPohon alpukat Foto: Getty Images/iStockphoto/DenGuy

Siapa di sini yang punya pohon alpukat di rumah? Pasti banyak karena buah ini subur tumbuh di tanah Indonesia. Sayangnya, tanaman ini sebaiknya ditanam di dekat bangunan apalagi rumah karena menurut California Polytechnic State University, ada potensi merusak bangunan di dekatnya.

Pohon ini tumbuh dengan sistem akar tunggang atau bercabang. Akarnya bisa tembus 5-10 meter di dalam tanah dan apabila menjalar ke arah bangunan bisa menyebabkan retak.

Apabila menginginkan pohon alpukat di depan rumah, sebaiknya tanam dengan jarak 7,5 meter dari depan bangunan rumah. Selain itu, buat penghalang akar atau pot agar tidak tumbuh ke sembarangan arah.

2. Pohon Mangga

Bunch of green mango on tree in garden. Selective focusPohon mangga. Foto: Getty Images/iStockphoto/jantroyka

Pohon buah kedua yang juga berbahaya jika ditanam menempel dekat rumah adalah pohon mangga. Menurut situs New Vision, pohon mangga memiliki akar yang kuat dan dalam. Pohon ini pun memiliki jenis akar tunggang yang bercabang. Akar ini dapat mencapai ke rumah dan merusak fondasi bangunan.

Sama seperti pohon alpukat, sebaiknya pohon ini ditanam sejauh 7,5 meter dari bangunan.

3. Pohon Karet

Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu.Ilustrasi pohon karet. Foto: Antara Foto

Pohon karet banyak ditemui di Indonesia, terutama di kawasan perkebunan. Namun, di daerah yang padat penduduk, agak sulit menemukannya.

Pohon ini memiliki akar yang kuat dan berisiko merusak rumah. Jenis akar pohon satu ini adalah tunggang atau bercabang dan berserabut untuk membantunya menopang batang yang tinggi dan berat. Oleh karena itu, kebanyakan pohon karet ditanam di lahan luas bersama pohon sejenisnya.

4. Pohon Bambu

Pohon Bambu Tanaman yang Disukai Ular, Sebaiknya Jangan Ditanam di RumahPohon Bambu Foto: freepik/Freepik

Coba cek bagian bawah pohon bambu, lihat apakah pot, pembatas tanah dan jalan, atau area di sekitarnya apa masih bagus keadaannya? Umumnya pohon bambu yang usianya sudah beberapa tahun akarnya akan mengacak-acak area di sekitarnya.

Berbeda dengan tanaman sebelumnya yang kuat dan mencengkeram, tanaman satu ini memiliki akar yang menyebar dan agresif. Akar ini dapat merusak dan membuat dinding di belakangnya miring karena tanah di bawahnya tidak lagi padat seperti semula.

"Bambu yang menjalar umumnya lebih invasif dibandingkan bambu yang berumpun, meskipun bambu apa pun bisa menjadi invasif jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik," kata ahli perkebunan di LeisureBench, Steve Chilton, dikutip dari Ideal Home, Selasa (12/5/2026).

Bambu juga tanaman yang kuat dan tangguh sehingga tidak ada yang bisa menghentikan laju pertumbuhannya. Maka dari itu, penghuni rumah harus mengendalikan pertumbuhan bambu tersebut apabila ingin ditanam di rumah agar tidak menjadi invasif.

5. Pohon Dedalu

pohon willow atau dedalupohon willow atau dedalu Foto: Photo by ROMAN ODINTSOV via pexels

Pohon willow atau yang dikenal sebagai dedalu biasa ditemui di daerah perairan. Mereka senang hidup di tempat yang lembap. Akarnya berbentuk serabut dan besar untuk menyerap air.

Tanaman ini kurang cocok ditanam di dekat rumah atau bangunan, terutama yang sulit untuk mencari sumber air. Akar mereka akan terus memanjang untuk mencari air dan sumber kelembapan.

"Saya sarankan untuk memasang penghalang akar, memangkas cabang yang lebih rendah, dan menyiram pohon yang lebih jauh dari rumah untuk mengarahkan pertumbuhan akar menjauh dari pondasi," kata pemilik Boston Landscape Co, Steve Schumacher, dikutip dari Real Simple.

6. Gulma Japanese Knotweed

Penampakan gulma Japanese knotweed di rumah-rumah di InggrisPenampakan gulma Japanese knotweed di rumah-rumah di Inggris Foto: Environet via Daily Mail

Baru-baru ini, tanaman gulma Japanese knotweed menjadi perhatian di Inggris karena keberadaan merupakan sebuah ancaman bagi 1.6 juta rumah di sana. Tanaman ini merupakan tanaman liar yang invasif bisa merusak bangunan karena akarnya yang kuat.

Membasmi gulma ini tidak mudah, harus menggali tanah hingga setidaknya 5 meter akarnya agar bisa mencabut keseluruhan akarnya. Tanaman ini juga tidak akan mati, meskipun tidak pernah diurus. Oleh karena itu, jangan sampai rumah kedatangan tanaman ini.

Meskipun begitu, tanaman ini kaya manfaat untuk kosmetik dan obat.

Itulah beberapa tanaman yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads