Sebanyak 1,6 juta rumah di Inggris berisiko mengalami kerusakan karena penyebaran tanaman liar invasif. Jenis tanaman tersebut adalah gulma Japanese knotweed.
Para ahli di Environet, spesialis tanaman invasif mengatakan musim pertumbuhan Japanese knotweed telah dimulai. Tanaman ini cukup berbahaya bagi bangunan karena bisa membuat dinding retak, aspal, paving block terutama di halaman rusak, hingga pecahnya pipa dan saluran air di sekitarnya.
"Tanaman Japanese knotweed sering kali tumbuh di tepi sungai, aliran air, dan parit. Hal ini dapat menyebabkan erosi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir," kata Royal Horticultural Society seperti dikutip dari Daily Mail pada Selasa (12/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanam Japanese knotweed di Inggris sebenarnya tidak melanggar hukum. Namun, jika tanaman ini dibiarkan tumbuh liar apalagi di rumah yang masih ditempati dan dibeli untuk investasi, keberadaannya harus dicegah.
Keberadaan tanaman ini diwaspadai karena menyebabkan harga rumah anjlok. Jika ditotal jumlah penurunannya bisa mencapai Β£21,4 miliar atau setara Rp 508 triliun (kurs Rp 23.774) pada seluruh properti di Inggris.
Lokasi di Inggris yang diperkirakan akan berdampak besar di daerah Bristol, Merseyside, Greater Manchester, Greater London, dan Lancashire.
Besarnya ancaman tanaman liar ini terhadap properti sampai ada aturan transparansi jika ingin menjual rumahnya. Penjual wajib membuat formulir TA6 yang berisi pernyataan jika rumah pernah 'diserang' gulma Japanese knotweed.
Jika penjual menutupinya, pembeli dapat mengajukan gugatan karena menjadi korban penipuan.
Beberapa pemberi pinjaman bahkan berhati-hati terhadap gulma Japanese knotweed. Tidak sedikit yang menolak pengajuan tersebut. Lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman memperbaiki rumah karena minim risiko.
Keberadaan tanaman liar ini tidak sepenuhnya menjadi malapetaka bagi warga Inggris. Menurut survei, sebanyak 32 persen warga Inggris justru senang karena bisa mendapatkan rumah murah, meskipun ada risiko kondisinya rapuh.
(aqi/das)










































