Masih banyak pemilik AC yang mengira freon bisa berkurang dengan sendirinya seiring penggunaan. Padahal freon bekerja dalam sistem tertutup, sehingga jumlahnya tak akan berkurang selama tidak terjadi kebocoran pada instalasi atau unit AC.
Salah paham soal freon ini kerap dimanfaatkan oknum teknisi nakal untuk menawarkan jasa tambah freon yang sebenarnya tidak diperlukan. Akibatnya, konsumen bisa keluar biaya lebih besar tanpa menyelesaikan akar masalah pada AC.
Melansir situs Neighbors Federal Credit Union, salah satu modus yang paling sering terjadi adalah teknisi mengklaim freon AC perlu diisi ulang. Padahal unit AC rumah seharusnya tidak membutuhkan isi ulang rutin. Jika freon berkurang, itu justru menunjukkan adanya kebocoran yang harus dicari dan diperbaiki terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praktik isi ulang tanpa perbaikan kebocoran hanya akan menunda masalah. Konsumen berisiko memanggil teknisi untuk servis berulang kali karena masalah yang sama. Hal itu membuat pengeluaran membengkak.
Freon Berkurang Hanya Jika Ada Kebocoran
Direktur Layanan Reparasi dari PT Geoprima Teknik Persada, Ngadiyanto, AC yang bekerja normal bisa dilihat dari tekanan refrigeran dan konsumsi daya listrik yang sesuai kapasitas unit.
Ia menjelaskan, kebocoran freon umumnya dipicu dua faktor utama, yakni kerusakan fisik dari luar dan masalah material unit itu sendiri. Kerusakan luar bisa terjadi karena pipa instalasi terinjak, terbentur benda keras, atau kecelakaan lain di sekitar unit.
Sementara dari sisi unit, kebocoran bisa muncul akibat kualitas material evaporator atau kondensor yang kurang baik. Seiring waktu, material yang menipis dapat memicu kebocoran halus yang sulit terdeteksi tanpa pemeriksaan teknis.
AC Tak Dingin Belum Tentu Freonnya Habis
AC yang kurang dingin tidak selalu berarti freonnya habis. Penurunan performa pendinginan juga bisa disebabkan unit yang kotor, seperti debu yang menumpuk di filter, evaporator, atau kondensor, sehingga sirkulasi udara dan proses pelepasan panas terganggu meski tekanan freon masih normal. "Kalau AC tidak dingin itu, freonnya (berkurang) itu tidak selalu," ujarnya.
Ngadiyanto menyarankan agar konsumen meminta teknisi melakukan pengecekan tekanan freon terlebih dahulu jika AC terasa tidak dingin. Jika tekanan berada di bawah standar, barulah dicurigai ada kebocoran.
"Yang pertama (kebocoran freon) pastinya dinginnya kurang ya, pastinya itu. Tapi kan kembali lagi, AC tidak dingin itu belum tentunya kurang (freonnya). Salah satu yang jadi penyebabnya adalah kotor tadi ya. Kemudian jika sudah tidak dingin, nanti harus dilakukan pengecekan tekanan freon. Kalau tekanan freon itu di bawah 100 PSI, pasti ada kebocoran freon gitu," katanya.
Waspada Modus Teknisi yang Bikin Rugi
Agar tidak dirugikan, konsumen perlu memahami bahwa freon AC bukan komponen habis pakai. Tambah freon seharusnya bukan perawatan rutin, melainkan tindakan setelah ditemukan kebocoran dan dilakukan perbaikan.
Melansir Neighbors Federal Credit Union, konsumen sebaiknya waspada jika teknisi langsung menyarankan isi ulang freon tanpa menjelaskan hasil pemeriksaan tekanan, titik kebocoran, atau kondisi komponen.
Selain itu, penting meminta rincian bukti teknis dan biaya secara tertulis, menghindari pembayaran penuh di muka, dan mempertimbangkan dugaan kerusakan freon jika teknisi tak dapat membuktikan.
"Kalaupun ada saran dari teknisi untuk menyelesaikan freon, mereka harus menunjukkan tekanannya ada berapa. Kalau memang itu mereka (teknisi) menyatakan bocor atau menyatakan freonnya kurang, customer harus meminta teknisi untuk mencari kebocorannya," kata Ngadiyanto.
Selain soal freon, konsumen juga perlu mewaspadai berbagai modus oknum teknisi AC nakal. Mulai dari menyarankan ganti komponen yang sebenarnya masih bagus, menawarkan promo servis murah yang ternyata jebakan, hingga melebih-lebihkan kerusakan agar biaya membengkak. Karena itu, penting untuk selalu meminta penjelasan kerusakan secara rinci dan biaya tertulis sebelum servis dilakukan.
Modus seperti ini bisa membuat konsumen rugi dua kali karena masalah AC tak benar-benar selesai. Untuk menghindarinya, pilih teknisi tepercaya dan jangan ragu meminta pendapat kedua.
(das/das)










































