Pemerintah menetapkan kebijakan work from home (WFH) sebagai bagian dari upaya penghematan energi. Kebijakan ini membuat banyak orang perlu menata ulang sudut rumah agar tetap nyaman bekerja tanpa mengganggu aktivitas lain, termasuk waktu istirahat.
Salah satu area yang paling banyak dipilih adalah membuat area kerja di kamar tidur. Meski sering dianggap kurang ideal, kamar justru bisa menjadi ruang yang cukup efektif untuk bekerja karena lebih privat dan minim gangguan.
Namun, area kerja di kamar tidur tetap perlu ditata dengan tepat. Jika salah penempatan, suasana kamar bisa terasa sempit, berantakan, bahkan mengganggu kualitas tidur. Karena itu, penting memperhatikan tata letak, furnitur, hingga pencahayaan agar fungsi kamar tetap seimbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mau Bikin Area Kerja di Kamar Tidur? Perhatikan Hal-hal Ini
Melansir Houzz, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin membuat area kerja di kamar tidur agar tetap nyaman, fungsional, dan estetik. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar area kerja di kamar tidur tetap mendukung produktivitas tanpa mengganggu kenyamanan beristirahat.
1. Pilih Meja yang Menyatu dengan Desain Kamar
Agar area kerja tidak terasa mencolok, pilih meja dengan warna, material, atau gaya yang senada dengan furnitur kamar. Meja yang menyatu dengan tempat tidur atau lemari akan membuat ruangan terasa lebih rapi.
Jika memungkinkan, meja bisa menggantikan fungsi nakas di samping tempat tidur. Cara ini cukup efektif untuk kamar berukuran kecil.
2. Gunakan Laptop agar Lebih Fleksibel
Jika bekerja dari kamar tidur, sebaiknya gunakan laptop dibanding komputer desktop. Laptop lebih mudah disimpan setelah selesai bekerja sehingga area kamar tetap terasa sebagai tempat beristirahat.
Selain itu, menyimpan perangkat saat malam hari juga bisa membantu mengurangi kebiasaan mengecek pekerjaan sebelum tidur.
3. Manfaatkan Area Dekat Jendela
Posisi dekat jendela bisa menjadi lokasi ideal untuk meja kerja karena mendapat cahaya alami yang cukup. Pencahayaan alami membantu mengurangi rasa lelah saat bekerja.
Namun, pilih meja dengan ukuran rendah agar tidak menghalangi masuknya cahaya maupun sirkulasi udara.
4. Maksimalkan Ruang Vertikal
Jika ruang dinding terbatas, manfaatkan area vertikal dengan menambahkan rak gantung atau rak tempel. Penyimpanan vertikal bisa membantu menyimpan dokumen, alat kerja, atau perlengkapan lainnya tanpa memakan banyak tempat. Agar terlihat menyatu, pilih warna rak yang serupa dengan warna dinding kamar.
5. Gunakan Sudut Kamar yang Jarang Dipakai
Sudut kamar yang kosong bisa dimanfaatkan menjadi area kerja sederhana. Meja sudut atau meja kecil cukup efektif untuk menghidupkan area yang sebelumnya tidak terpakai. Solusi ini cocok untuk kamar sempit yang tidak memiliki banyak ruang kosong.
6. Pilih Furnitur yang Ringan Secara Visual
Meja berbahan kaca atau cermin bisa menjadi pilihan agar kamar tidak terasa penuh. Furnitur seperti ini memberi efek ruangan lebih lega karena memantulkan cahaya. Selain fungsional, pilihan meja yang estetik juga bisa membuat suasana kerja lebih menyenangkan.
7. Buat Batas Area Kerja dan Istirahat
Meski berada dalam satu ruangan, area kerja sebaiknya tetap memiliki pembatas agar pikiran lebih mudah beralih antara waktu kerja dan waktu istirahat.
Salah satu cara sederhana adalah menggunakan tirai tipis, partisi ringan, atau penataan furnitur tertentu. Dengan begitu, kamar tetap terasa nyaman dan tidak sepenuhnya berubah menjadi kantor.
Menata area kerja di kamar tidur bukan hanya soal meletakkan meja dan kursi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kenyamanan. Dengan penataan yang tepat, kamar tidur bisa menjadi ruang multifungsi yang tetap nyaman untuk bekerja sekaligus beristirahat.
(das/das)










































