Amalan Masuk Kamar Mandi Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Langkah Emas Raih Kemenangan

Amalan Masuk Kamar Mandi Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

Rahma Harbani - detikProperti
Jumat, 20 Mar 2026 04:00 WIB
Ilustrasi kamar mandi hotel
Ilustrasi Kamar Mandi Foto: Getty Images/yipengge
Jakarta -

Islam memberikan panduan cara menjalankan kehidupan, termasuk perkara kamar mandi. Rasulullah SAW mengajarkan dan memberikan contoh bagaimana cara yang baik beraktivitas di kamar mandi.

Berbagai aspek diatur mulai dari masuk hingga keluar lagi dari kamar mandi. Berikut ini amalan sunnah dikutip dari detikHikmah:

1. Membaca Doa

Ketika hendak masuk kamar mandi, seorang muslim dianjurkan membaca doa. Berikut hadits yang menjelaskan bacaan doanya,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: "Rasulullah SAW ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan)." (HR Bukhari dan Muslim).

ADVERTISEMENT

Hadits tentang masuk kamar mandi lainnya berasal dari Abu Said Al-Khudri RA.

سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُث َ وْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ

Artinya: "Tabir antara pandangan mata jin dengan aurat bani adam (manusia) adalah apabila seseorang melepas pakaiannya, dia membaca: Bismillah." (HR Ibnu Adi, At-Thabrani, dan Ibnu Hajar).

2. Masuk dengan Kaki Kiri

Kemudian, hendaklah seorang muslim masuk kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri. Rasulullah SAW kerap diceritakan lebih senang mendahulukan kaki dan tangan kanan dibandingkan kiri. Namun saat masuk kamar mandi, Rasulullah SAW mendahulukan kaki kiri dibanding kanan.

كَانَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

Artinya: "Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)." (HR Bukhari dan Muslim).

3. Buang Air Kecil Jongkok

Membuang air kecil dengan posisi jongkok atau tidak berdiri. Hal ini sebagaimana dikisahkan Aisyah RA, ia berkata tentang kebiasaan Rasulullah SAW.

"...Barang siapa yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW kencing sambil berdiri, janganlah dipercaya. Beliau tidak pernah kencing kecuali sambil duduk." (HR Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah).

4. Tidak Berlama-lama

Jangan berlama-lama di kamar mandi. Baik mandi maupun buang hajat, segera tuntaskan urusan tersebut.

Hal ini sudah diingatkan Rasulullah SAW dalam haditsnya.

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: "Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri setan, maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan." (HR Ahmad, Ibnu Majah

5. Tidak Berzikir atau Berbicara

Dilansir dari Ringkasan Fiqih Mazhab Syafi'i karangan Dr. Musthafa Dib Al-Bugha, Rasulullah SAW mencontohkan muslim untuk diam ketika berada di dalam kamar mandi. Hal ini juga termasuk soal mengeluarkan perkataan baik seperti berzikir dan menjawab salam.

Sebab, sebuah hadits menyebut Rasulullah SAW tidak menjawab salam saat sedang buang air kecil.

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

Artinya: "Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya." (HR Muslim).

Dalam penjelasannya, Syaikh Abu Malik mengatakan ada pengecualian untuk kondisi darurat. Misal saat ada yang meminta air atau bertanya hal yang perlu segera dijawab. Penjelasan ini bisa dilihat dalam buku Shahih Fiqh Sunnah karya Syaikh Abu Malik.

6. Keluar dengan Kaki Kanan

Setelah semua urusan selesai, keluarlah kamar mandi dengan mendahulukan kaki kanan. Menurut Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu Jilid 1, kegiatan di kamar mandi disebut sebagai hal-hal yang tidak mulia. Lalu, keluar dari kamar mandi disebut untuk sesuatu dengan tujuan mulia sehingga dianjurkan dengan kaki kanan untuk melangkahnya.

Itulah beberapa sunnah yang bisa dilakukan saat menggunakan kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Artikel ini sudah tayang di detikHikmah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(dhw/ilf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads