Bekas Ompol di Kasur Termasuk Najis, Begini Cara Bersihkan yang Benar

Langkah Emas Raih Kemenangan

Bekas Ompol di Kasur Termasuk Najis, Begini Cara Bersihkan yang Benar

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Minggu, 08 Mar 2026 04:00 WIB
Bed sheet mattress Duvet and pillows unmade Bedroom interior
Ilustrasi kasur. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Bagi yang punya balita, pasti pernah mendapati kasur basah karena terkena kencing anak. Seprai pasti langsung diganti karena selain bau, pasti tidak nyaman tidur di atas seprai basah.

Dalam Islam air kencing merupakan salah satu jenis najis yang apabila terkena pada pakaian, kain, dan benda harus segera dibersihkan. Ada pun najis adalah sebutan untuk benda yang kotor atau hal yang tidak suci dan dapat menyebabkan ibadah tidak sah. Bentuk najis ada beberapa macam, salah satu adalah najis Mughallazhah (besar), Mutawassithah (sedang), dan Mukhaffafah (kecil). Ada pun, urine anak-anak masuk dalam jenis najis sedang atau Mutawassithah.

Selain itu, dilansir NU Online, dalam fiqih Syafi'iyah najis dibedakan menjadi dua yakni najis 'ainiyah dan najis hukmiyah. Najis 'ainiyah adalah najis berwujud yang ditandai dengan adanya warna, bau, atau rasa. Sementara itu, najis hukmiyah adalah najis tak berwujud, sehingga tidak ada warna, bau, atau rasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bekas ompol dari air kencing merupakan najis 'ainiyah. Namun, apabila air kencing tersebut mengering termasuk dalam najis hukmiyah karena wujudnya tak tampak lagi, mulai dari warna, bau, bahkan rasanya.

Setiap jenis najis memiliki cara membersihkan yang berbeda-beda dalam Islam. Syekh Ahmad Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu'în bi Syarhi Qurratil 'Ain bi Muhimmâtid Dîn menjelaskan cara menyucikan najis 'ainiyah adalah dengan membasuhnya hingga hilang warna, bau, dan rasanya. Sementara najis hukmiyah disucikan dengan menuangkan air sekali di area najis. Lalu, jika najis tersebut termasuk najis sedang cara membersihkannya juga cukup disiram air hingga tidak ada bekas terlihat dan bau.

ADVERTISEMENT

1. Sucikan Kasur dengan Menuangkan Air

Untuk membersihkan bekas air kencing, cukup dengan dibilas air bersih. Jika cairan tembus hingga ke kasur, bagian tersebut juga harus dibersihkan. Area yang dibersihkan dengan air juga sebaiknya di bagian yang terkena najis saja agar bagian lain tetap bersih. Tidak ada syarat air harus mengalir, tetapi pastikan percikannya kuat dan volume air lebih banyak dari air kencing bayi tersebut.

Jika cairan najis tersebut menetes pada lantai, cara membersihkannya pun sama. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Ahmad Zainuddin al-Malibari sebagaimana berikut.

لَوْ أَصَابَ الأَرْضَ نَحْوُ بَوْلٍ وَجَفَّ، فَصُبَّ عَلى مَوْضِعِهِ مَاءٌ فغَمره طهُرَ ولو لمْ يَنْصُبْ، أي: يغُورُ، سواء كانت الأرضُ صُلبةً أم رَخْوَةً

Artinya: "Seandainya ada tanah yang terkena najis semisal air kencing lalu mengering, lalu air dituangkan di atasnya hingga menggenang, maka sucilah tanah tersebut walaupun tak terserap ke dalamnya, baik tanah itu keras ataupun gembur." (Syekh Ahmad Zainuddin al-Malibari, Fathul Mu'în bi Syarhi Qurratil 'Ain bi Muhimmâtid Dîn [Beirut: Dar Ibnu Hazam, 2004], halaman 78)

2. Hilangkan Sifat-sifat Najis

Untuk membersihkan seprai yang terkena najis, maka ciri-ciri dari najis tersebut harus hilang. Berarti tidak lagi terlihat wujudnya atau warnanya dan tidak lagi ada baunya. Menggunakan air bersih saja sudah cukup apabila benar-benar bisa menghilangkan semua noda hingga ke bau. Jangan lupa untuk menggosok permukaannya agar warna dan bau hilang. Kemudian, biarkan area terkena najis itu mengering.

Cara membersihkan dengan air hanya berlaku ketika menghilangkan najis level sedang (mutawasithah), di antaranya air kencing bayi berusia lebih dari dua tahun, kotoran hewan, darah, muntahan, air liur dari perut, dan feses.

Akan tetapi ada pengecualian untuk air kencing bayi laki-laki kurang dua tahun yang belum mengonsumsi apa pun kecuali ASI. Air kencing tersebut termasuk kategori najis level ringan atau mukhaffafah, sehingga bisa disucikan hanya dengan memercikkan air ke tempat yang terkena najis.

Jika air kencing itu sudah terlanjur mengering, maka cukup kucuran air sekali saja sudah dapat menyucikan permukaan yang terkena najis.

Itulah tata cara membersihkan air kencing yang mengotori kasur, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(aqi/abr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads