Baru-baru ini ramai diperbincangkan peristiwa bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, Kabupaten Tegal. Berdasarkan laporan detikNews, bencana tanah bergerak tersebut merusak ratusan rumah warga sehingga BPBD menetapkan wilayah itu sebagai zona merah dan tidak layak huni.
Tanah merupakan unsur penting bagi kehidupan manusia karena menjadi tempat berpijak sekaligus lahan berdirinya berbagai fasilitas umum. Namun, tanah tidak selalu stabil dan aman.
Dalam kondisi tertentu, tanah dapat bergerak dan menimbulkan bencana yang mengancam keselamatan manusia serta merusak lingkungan. Fenomena inilah yang dikenal dengan istilah tanah bergerak. Lantas, sebenarnya apa itu tanah bergerak dan apa saja faktor penyebabnya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengertian Tanah Bergerak
Dikutip dari catatan detikProperti, tanah bergerak adalah perpindahan massa tanah atau batuan yang bergerak dari kedudukan semula, baik secara tegak, mendatar, maupun miring. Pergerakan ini tidak selalu terjadi secara tiba-tiba seperti longsor, melainkan bisa berlangsung perlahan menyerupai gerakan merayap.
Peristiwa ini terjadi ketika gaya pendorong pada lereng lebih besar dibandingkan gaya penahan. Gaya penahan dapat berupa kepadatan tanah, struktur batuan penyangga, maupun vegetasi di atasnya. Sementara itu, gaya pendorong dipengaruhi oleh kemiringan lereng, beban air, getaran, hingga kemampuan batuan dalam menopang tanah.
Penyebab Tanah Bergerak
Tanah bergerak umumnya tidak terjadi tanpa sebab. Selain faktor internal dari kondisi tanah itu sendiri, terdapat pula faktor eksternal yang memicu terjadinya pergerakan tanah, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Melansir situs BPBD Bogor, berikut ini beberapa penyebab tanah bergerak.
1. Erosi Tanah
Erosi menjadi salah satu penyebab utama pergerakan tanah, terutama di daerah lereng yang curam. Air hujan dengan intensitas tinggi dapat mengikis lapisan tanah, terlebih jika vegetasi penutup lahan sangat minim.
Kondisi ini membuat tanah kehilangan daya ikatnya sehingga mudah bergerak. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan antara lain penanaman kembali vegetasi di area rawan.
2. Tanah Jenuh Air
Beberapa jenis tanah di Indonesia, seperti tanah liat, memiliki kemampuan menyerap air yang tinggi. Saat curah hujan berlangsung lama, tanah bisa mencapai titik jenuh sehingga kehilangan daya dukungnya. Kondisi ini sering memicu peristiwa tanah ambles maupun tanah bergerak, khususnya di wilayah dengan sistem drainase yang buruk.
3. Gempa Bumi
Pergerakan lempeng tektonik dapat menyebabkan gempa bumi yang berdampak pada struktur tanah. Gempa bisa memicu penurunan permukaan tanah hingga fenomena likuifaksi. Sebagai negara yang berada di pertemuan beberapa lempeng dunia, Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap gempa yang dapat memicu pergerakan tanah.
4. Beban Berlebih
Beban bangunan yang terlalu berat tanpa memperhatikan karakteristik tanah dapat meningkatkan risiko tanah bergerak. Kondisi ini bisa terjadi akibat pembangunan gedung yang masif dan kurang memperhatikan kaidah teknis geologi. Jika tanah tidak mampu menopang beban, maka pergerakan tanah sulit dihindari.
5. Aktivitas Manusia
Aktivitas manusia seperti pengeboran, penggalian, alih fungsi lahan, serta pembangunan tanpa perencanaan yang matang dapat mengurangi daya tahan tanah. Kerusakan struktur tanah akibat aktivitas tersebut, ditambah curah hujan tinggi, membuat risiko erosi dan tanah bergerak semakin besar.
Sebagai negara yang rawan bencana, pemahaman mengenai tanah bergerak menjadi hal yang penting. Dengan mengenali pengertian serta penyebabnya, detikers bisa lebih waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar dan dapat menerapkan perencanaan pembangunan yang memperhatikan aspek kebencanaan.
Pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak buruk dari bencana tanah bergerak, terutama saat musim hujan tiba.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/aqi)











































