Bukan Soal Horor, Ini Alasan Rumah Dekat Kuburan Kurang Diminati

Bukan Soal Horor, Ini Alasan Rumah Dekat Kuburan Kurang Diminati

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 13 Jan 2026 14:32 WIB
Bukan Soal Horor, Ini Alasan Rumah Dekat Kuburan Kurang Diminati
Ilustrasi rumah dekat kuburan. Foto: Fathnur Rohman/detikJabar
Jakarta -

Saat ini, harga rumah sudah melambung tinggi, bahkan Rp 1 miliar per unit sudah bisa dikatakan murah. Hal ini dikarenakan harga tanah dan biaya pembangunan yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Semakin strategis lokasinya, harganya tentu akan semakin mahal dan pastinya susah dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Tidak sedikit orang akhirnya mencari lahan yang ideal tapi jarang dilirik, yakni lahan dekat kuburan.

Banyak orang berpikir jika membeli rumah dekat kuburan, tantangannya hanya soal penghuninya berani atau tidak karena banyak mitos yang bilang pasti horor tinggal di dekat kuburan. Padahal ada alasan lain kenapa rumah sebaiknya tidak dibangun dekat kuburan. Menurut Founder & CEO Pinhome Dayu Dara Permata alasan sebenarnya adalah masalah akses air bersih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini tentu tidak bagus karena air merupakan kebutuhan utama bagi penghuni rumah. Banyak orang akhirnya menyiasati kondisi ini dengan berlangganan air PDAM. Namun, jika dihitung-hitung berarti ada pengeluaran tambahan untuk air tersebut. Sementara alasan awal membeli rumah di lahan dekat kuburan karena ingin mendapatkan rumah yang murah.

ADVERTISEMENT

"Kualitas air, karena meskipun PDAM itu sudah cukup ekspansif ya, artinya ada di mana-mana. Tapi orang Indonesia tidak akan nyaman kalau belum punya sumur sendiri dan ketakutan mereka adalah ketika sumurnya dangkal dan dekat sekali dengan fasum (fasilitas umum) seperti pemakaman," kata Dayu beberapa waktu lalu.

Jadi tidak heran beberapa wilayah yang lokasi lahan atau rumahnya dekat kuburan jarang diminati. Sebelum membeli rumah atau tanah di sana, cek dulu kondisi airnya.

Di sisi lain, dilansir dari buku Membangun Rumah Ala orang Jawa karya Asti Musman, dijelaskan ternyata tanah di sekeliling kuburan atau di bekas kuburan kualitasnya kurang baik. Pengaruhnya bisa menyasar ke psikologis penghuninya, mereka bisa terlihat murung dan berpenyakit. Kondisi tanah seperti ini disebut dhandhang kukulangan.

Meski demikian, tidak semua rumah di dekat kuburan bisa dicap seperti penjelasan di atas ya, detikers. Pasti ada beberapa lokasi dekat kuburan yang kondisi lahan dan airnya baik-baik saja, jadi tetap harus cek secara menyeluruh dan jangan tergiur harga murah saja ya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads