Sertifikat tanah menjadi salah satu dokumen penting yang membuktikan hak atas sebidang tanah. Namun, calon pembeli perlu berhati-hati karena dokumen tersebut juga bisa dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Pemalsuan sertifikat tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya menduplikasi blanko dan lembar sertifikat. Dokumen palsu tersebut kemudian dapat digunakan untuk menguasai tanah secara melawan hukum, menipu calon pembeli, hingga memicu sengketa warisan.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak langsung percaya begitu saja ketika ditunjukkan sertifikat tanah oleh penjual. Keaslian dokumen perlu dipastikan sebelum transaksi dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk mengecek keaslian sertifikat tanah.
1. Cek Watermark pada Kertas
Salah satu bagian yang dapat diperiksa adalah kertas sertifikat. Sertifikat tanah asli menggunakan kertas khusus yang memiliki watermark Kementerian ATR/BPN.
Watermark tersebut dapat terlihat ketika kertas diterawang. Sementara itu, dokumen palsu bisa saja tidak memiliki watermark atau menggunakan hasil cetakan yang kualitasnya berbeda.
2. Periksa Cap dan Tanda Tangan
Sertifikat tanah juga memiliki cap dan tanda tangan pejabat yang berwenang.
Calon pembeli perlu memperhatikan apabila terdapat kejanggalan seperti kesalahan penulisan, cap yang tampak tidak sesuai, tanda tangan yang mencurigakan, atau tinta yang mudah luntur.
3. Perhatikan Sampul Sertifikat
Sertifikat tanah asli juga dilengkapi sampul berwarna hijau. Pada sampul tersebut terdapat tulisan "Sertipikat Hak Atas Tanah" serta lambang Garuda Pancasila berwarna kuning emas.
Meski demikian, pemeriksaan fisik saja sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk memastikan keaslian sertifikat.
4. Cek Peta dan Batas Tanah
Informasi mengenai lokasi dan batas bidang tanah juga perlu diperiksa. Data yang tercantum dalam sertifikat harus sesuai dengan kondisi dan data pertanahan yang tercatat.
Jika terdapat perbedaan antara peta, batas tanah, lokasi, atau informasi lainnya dengan kondisi sebenarnya, calon pembeli perlu berhati-hati.
5. Cek Langsung ke Kantor Pertanahan
Cara yang lebih aman untuk memastikan keaslian sertifikat adalah melakukan pengecekan melalui kantor pertanahan.
Calon pembeli dapat meminta pemeriksaan terhadap data sertifikat sebelum menyelesaikan transaksi jual beli tanah. Dengan begitu, keaslian dokumen tidak hanya dinilai dari tampilan fisiknya.
Jika ditemukan dugaan sertifikat palsu, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
(das/das)
