Kenalan dengan Rain Chain, Pengganti Talang Air yang Bikin Rumah Lebih Estetis

Kenalan dengan Rain Chain, Pengganti Talang Air yang Bikin Rumah Lebih Estetis

ilham fikriansyah - detikProperti
Selasa, 06 Jan 2026 16:15 WIB
Kenalan dengan Rain Chain, Pengganti Talang Air yang Bikin Rumah Lebih Estetis
Rain chain atau rantai hujan. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom
Jakarta -

Saat musim hujan, air yang jatuh ke atap perlu dialirkan ke bawah dengan menggunakan pipa talang air. Umumnya, talang air yang digunakan di banyak rumah menggunakan material Polyvinyl Chloride (PVC), aluminium, atau seng.

Namun, sejumlah rumah kini mulai beralih menggunakan rain chain atau rantai hujan sebagai pengganti talang air konvensional. Rain chain diklaim lebih efektif mengalirkan air sekaligus mempercantik eksterior rumah.

Benarkah rain chain lebih efektif daripada pipa talang air? Lalu bagaimana cara kerja rain chain dalam mengalirkan air hujan? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Rain Chain?

Rain chain tengah populer dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, rain chain bukanlah sebuah penemuan baru.

Dilansir dari Homes and Gardens, Selasa (6/1/2026), rain chain berasal dari Jepang, yakni 'Kusari doi' yang artinya talang air hujan. Rantai hujan dipasang pada atap sebagai pengganti talang air hujan yang umumnya terbuat dari material PVC.

ADVERTISEMENT

Meski teknologi sudah berkembang pesat, tapi masih banyak rumah-rumah di Jepang yang menggunakan rain chain. Sebab, rain chain juga berfungsi untuk mengumpulkan air hujan yang mengalir dari atap rumah.

Rain chain bisa berupa rantai bekas yang disambung menjadi satu. Meski tampilannya sangat sederhana, tapi rain chain punya fungsi yang efektif untuk mengalirkan air hujan agar turun ke tanah.

Kini, sudah banyak model rain chain yang estetis dan minimalis, mulai dari bentuk cangkir, payung, hingga ukiran-ukiran yang memukau. Penggunaan rain chain di halaman juga dapat mempercantik hunian dan terasa homey.

Cara Kerja Rain Chain

Kepala bagian taman di H&G, Rachel Bull menyebut rain chain harus dipasang di sudut rumah yang biasa dijadikan tempat pipa pembuangan air. Rain chain bisa dipasang di atap rumah, atap gudang, atau atap garasi.

"Rantai hujan bekerja persis sama seperti pipa saluran air, tapi fungsinya untuk memperlambat aliran air hujan sehingga mengurangi risiko banjir pada sistem drainase dan halaman rumah," kata Rachel.

Rain chain mampu memperlambat aliran air hujan daripada pipa talang air yang cenderung deras. Langkah ini sekaligus mencegah risiko erosi tanah pada halaman rumah.

Perawatan rain chain juga jauh lebih mudah ketimbang pipa talang air. Rain chain juga tidak mudah kotor yang memicu sumbatan sehingga menghalau aliran air yang turun ke bawah.

Rachel menyebut rain chain sangat cocok digunakan pada hunian modern atau minimalis. Rumah jadi terlihat lebih menarik dan estetis daripada penggunaan pipa talang air yang terlihat kaku dan jadul.

"Anda dapat mempertimbangkan penggunaan rain chain pada jalan masuk, di dekat halaman, atau teras rumah. Rain chain bisa dipasang di halaman depan atau belakang yang dapat menciptakan elemen yang indah," pungkas Rachel.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads