Apa Kabar Nasib Konsumen LRT City?

Apa Kabar Nasib Konsumen LRT City?

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Jumat, 30 Okt 2026 09:57 WIB
Apartemen LRT City Tebet setelah diumumkan pembangunannya dilanjutkan
Apartemen LRT City Tebet. Foto: Sekar Aqillah Indraswari
Jakarta -

Nasib konsumen LRT City masuk ke babak penentuan. Sebagian besar dari mereka ingin mendapat pengembalian dana tapi ada juga yang bersedia menunggu unit jadi. Lalu, bagaimana kelanjutan nasib mereka?

Saat ini, pengembang Apartemen LRT City, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) masih menyiapkan skema proses penyelesaian kasus konsumen proyeknya. Skema yang disiapkan mencakup pengembalian dana atau refund dan penyelesaian pembangunan proyek.

"Perseroan terus mengupayakan penyelesaian secara menyeluruh bagi konsumen, baik melalui percepatan penyelesaian konstruksi dan serah terima unit, termasuk melakukan pembangunan pada proyek-proyek prioritas pertama, maupun melalui mekanisme pengembalian dana dengan mempertimbangkan kondisi serta aspek yang relevan dari tiap pengajuan," kata Manajemen ADCP kepada detikProperti, Jumat (30/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manajemen ADCP masih berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penyelesaian masalah dengan konsumen LRT City. Mereka sedang menyiapkan langkah-langkah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Saat ini, proses penyelesaian tersebut masih dalam tahap finalisasi pembahasan dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Paguyuban Korban LRT City telah mendata aspirasi konsumen yang meminta uangnya dikembalikan (refund) atau menunggu pembangunannya diselesaikan. Konsumen yang ikut dalam pendataan ini berasal dari proyek LRT City Ciracas, LRT City Tebet, LRT City Cibubur, Oase Park, Grand Central Bogor, LRT City Bekasi - Green Avenue, Adhi City Sentul Tahap 1 dan Tahap 2, serta Cisauk Point.

Berdasarkan hasil pendataan aspirasi yang berlangsung 19-25 September 2026 melalui Google Form, didapati ada 329 unit yang pembelinya meminta refund. Sementara itu, 29 unit, pembelinya bersedia menunggu hingga unit rampung. Setiap respons dalam pendataan ini mewakili satu unit, bukan per orang. Sebab, ada konsumen yang membeli lebih dari 1 unit.

"Dari 29 respons yang memilih menunggu pembangunan selesai, 28 respons mencantumkan batas kesediaan menunggu dua tahun dan satu respons mencantumkan empat tahun. Terdapat pula satu respons yang memilih menunggu, tetapi menuliskan "refund uang" pada kolom kompensasi. Pilihan akhir untuk unit tersebut perlu dikonfirmasi kepada konsumen yang bersangkutan," tulis keterangan pada laporan hasil pendataan Paguyuban Korban LRT City, dilihat detikcom, Kamis (1/10/2026).

Dari hasil pendataan, didapati sebanyak 222 unit membeli menggunakan skema Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Namun, tidak semuanya melunasi cicilan karena pembangunan tiba-tiba bermasalah sehingga membuat konsumen ragu untuk melanjutkan. Dari 222 unit, hanya 13 yang telah lunas membayar. Sementara, 109 unit masih terus mencicil dan 100 unit sudah setop membayar.

Proyek LRT City Mulai Dibangun Lagi

Sementara itu, pada awal Oktober 2026, induk usaha ADCP, PT Adhi Karya (Persero) Tbk mengungkapkan ada empat proyek ADCP yang mulai dilanjutkan. Proyeknya mencakup Apartemen LRT City Tebet, Cibubur, Ciracas, dan Adhi City Sentul (rumah tapak).

"ADCP telah mulai kembali melakukan aktivitas pekerjaan pada beberapa proyek sejak 1 Oktober 2026. ADHI juga mendukung berbagai upaya penyempurnaan proyek, termasuk dari sisi desain, kualitas, fungsi, dan nilai komersial, yang saat ini masih dalam proses kajian," kata Siswanto selaku Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk dalam keterangan kepada detikcom, Kamis (1/10/2026).

ADHI juga akan mengawasi dan melakukan koordinasi bersama pengembang Apartemen LRT City, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), guna memastikan proses pelaksanaan berjalan terukur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain percepatan pekerjaan, ADHI dan ADCP juga menyiapkan langkah penyelesaian terkait aspek pendanaan dan konsumen, termasuk mekanisme penanganan konsumen yang mengajukan refund.



(abr/abr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads