Sektor properti di Amerika Serikat sedang terpuruk. Diproyeksi mulai dari tahun ini hingga 10 tahun ke depan warga AS semakin sulit memiliki rumah, terutama di kota besar.
Dilansir New York Post, berdasarkan analisis baru dari Redfin harga perumahan di AS baru bisa kembali terjangkau seperti yang terjadi di 2018, yakni satu dekade kemudian atau 2031. Itu pun tidak di semua wilayah. New York City, Long Island, dan sekitar setengah dari wilayah metropolitan utama yang diteliti kemungkinan tidak akan bisa dijangkau oleh masyarakat yang pendapatannya pas-pasan.
Perkiraan 2031 kondisi pasar kembali stabil tersebut jika pemerintah memakai skenario suku bunga KPR turun menjadi 6 persen dan pertumbuhan harga rumah hanya naik 2,1 persen stabil seperti sebelumnya. Jika suku bunga tetap sekitar 7,5 persen tetapi harga rumah berhenti naik, keterjangkauan perumahan bisa pulih pada April 2032. Satu tahun lebih lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan dalam skenario lainnya, jika suku bunga turun menjadi 6 persen dan harga stabil atau tidak naik sama sekali, biaya perumahan dapat kembali ke patokan sebelum pandemi pada Februari 2029.
Namun, skenario skema pembiayaan dan gambaran hasil tersebut tidak akan berdampak banyak di wilayah Timur Laut dan Midwest, di mana harga rumah yang terus meningkat melampaui pertumbuhan upah, meskipun ada aturan yang ditetapkan pemerintah.
Nassau County yang dinobatkan sebagai pasar penjual terkuat di negara ini oleh Redfin. Daerah tersebut harga rumah bisa naik 5,3 persen dalam setahun terakhir, melampaui proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 3,6 persen. Hal ini menyebabkan masyarakat dengan pendapatan pas-pasan tidak akan bisa membeli rumah di kawasan ini bahkan jika suku bunga turun menjadi 6 persen.
Kota New York, Newark, New Brunswick, dan Philadelphia menghadapi pemulihan yang sama panjangnya, bersama dengan Chicago, Boston, dan beberapa pasar utama lainnya.
Sebagai contoh, harga rumah di Chicago telah melonjak 5,5 persen dari tahun ke tahun, dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 3,9 persen.
"Mungkin tampak tidak masuk akal bahwa biaya perumahan dapat kembali normal lebih cepat di pasar termahal di negara ini daripada di tempat seperti Chicago atau Philadelphia, tetapi itu semua bergantung pada arah harga rumah dan pendapatan," kata ekonom senior Redfin, Asad Khan, dalam analisis yang diterbitkan perusahaan tersebut, dilansir detikcom pada Rabu (14/10/2026).
Redfin mendefinisikan normal maksudnya adalah kembali ke kondisi Agustus 2018, ketika pembeli rumah pada umumnya di Amerika perlu menghabiskan sekitar 30 persen dari pendapatan untuk membayar KPR, termasuk pajak properti dan asuransi, dengan asumsi uang muka 20 persen. Sebagai informasi, besar angsuran yang dimiliki tiap orang memang dianjurkan tidak lebih dari 30 persen dari gaji per bulan.
"Namun banyak pasar Midwest dan Pantai Timur, harga rumah masih naik lebih cepat daripada pendapatan. Jadi meskipun suku bunga turun secara signifikan, pembayaran bulanan pembeli tidak akan kembali ke angka yang terasa normal dalam waktu dekat," tambahnya dalam laporan tersebut
(aqi/das)
