Warga Spanyol dibuat marah karena seorang lansia disabilitas María del Carmen Abascal atau dikenal sebagai Maricarme diusir dari apartemennya oleh pemilik rumah karena tidak membayar uang sewa. Kabarnya uang sewa Maricarme naik gila-gilaan sehingga ia tak sanggup membayar.
Aksi penggusuran di Madrid ini memantik amarah warga Spanyol karena dilakukan secara paksa. Wanita berusia 87 tahun tersebut ditandu keluar rumah dan dikirim ke rumah sakit.
Sebelum ada pengusiran secara paksa, serikat penyewa di Spanyol sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan pemilik rumah agar nenek tersebut tidak diusir. Namun, mediasi tersebut tidak membuahkan hasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari The New York Times, biaya sewa bulanan María del Carmen awalnya adalah 500 euro per bulan atau setara Rp 10 jutaan (kurs Rp 20.325). Kemudian, setelah ada revisi aturan, biaya tersebut naik hingga 1.650 euro atau Rp 33 juta per bulan.
Kabar penggusuran ini dengan cepat viral di Spanyol karena banyak warga yang juga merasa keberatan dengan kenaikan harga sewa rumah. Mereka merasakan harga sewa rumah bisa bertambah 3-5 kali lipat dalam beberapa tahun. Padahal rumah sewa adalah pilihan paling terjangkau untuk masyarakat Spanyol memiliki tempat tinggal.
Menurut data dari BBC, Spanyol membutuhkan satu juta rumah lagi untuk mengatasi pertumbuhan demografis yang pesat. Untuk mengatasi jumlah rumah tersebut, warga Spanyol pun memilih untuk tinggal di rumah sewa. Mereka juga sudah mengeluhkan hal ini karena hingga kapan mereka harus tinggal di rumah sewa.
Ribuan Orang Geruduk Rumah Pengembang Apartemen dan Mendesak Pemerintah
Ribuan orang kabarnya mendatangi pemilik unit yang disewa selama 70 tahun oleh Maricarme. Pengacara Maricarme juga sudah menemui perusahaan investasi Urbagestión selaku pemilik unit tersebut. Kabarnya pemiliknya setuju agar lansia tersebut kembali ke rumahnya dengan biaya sewa yang sudah disesuaikan. Namun, Maricarme belum memutuskan karena masih dirawat di rumah sakit karena kelelahan.
Kabinet Perdana Menteri Pedro Sánchez juga jadi objek amukan warga Spanyol. Mereka menuntut agar pemerintah menyetujui reformasi perumahan agar tidak ada lagi kasus seperti Maricarmen. Pemerintah Spanyol pada hari Selasa menyetujui dua dekrit baru yang bertujuan untuk mengatasi krisis perumahan.
Dua dekrit tersebut adalah memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap penggusuran dan pembatasan pembelian spekulatif hingga insentif pajak. Lalu, aturan baru untuk penyewaan dan pembiayaan tanpa bunga untuk membantu masyarakat membeli rumah pertama mereka.
Menteri Perumahan dan Agenda Perkotaan Spanyol, Isabel Rodríguez, mengatakan perumahan sebagai masalah utama di Spanyol. Ia berjanji dekrit tersebut akan segera disahkan dalam sidang luar biasa yang akan digelar pada Jumat (2/10/2026).
Kenapa Spanyol Kekurangan 1 Juta Rumah?
Dilansir dari Euro News, sebelum 2008, Spanyol mengalami ledakan konstruksi besar-besaran yang didorong oleh kredit murah. Hal ini menyebabkan hilangnya banyak pengembang, masalah pada sistem perbankan, dan menurunnya aktivitas konstruksi.
Pembangunan perumahan kemudian pulih tetapi sulit ke masa kejayaannya dulu. Di sisi lain, Bank Sentral Spanyol mencatat bahwa produksi perumahan baru tetap meningkat. Namun, pada beberapa area memang tidak tampak pembangunan.
Selain itu, membangun perumahan membutuhkan waktu. Perlu mengubah lahan, mendapatkan izin perencanaan, menyiapkan pembiayaan, dan waktu yang lama. Oleh karena itu, banyak yang menghindar untuk melakukan proyek properti dan mengakibatkan harga properti yang sudah ada melambung tinggi karena permintaan yang besar.
Berdasarkan Indeks Harga Perumahan dari Lembaga Statistik Nasional (INE) Spanyol, peningkatan harga rumah tahunan sebesar 12,2 persen pada kuartal kedua tahun 2026.
Rumah bekas yang merupakan pangsa besar di Spanyol juga ikut terkoreksi harganya, yaitu meningkat sebesar 12,9 persen. Sementara perumahan baru naik sebesar 7,4 persen. Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, harga rumah hanya naik sebesar 3,4 persen.
Masalah ini tidak hanya memengaruhi mereka yang ingin membeli. Harga rata-rata rumah sewa yang diiklankan mencapai 15,1 euro atau Rp 306 ribuan per meter persegi pada Agustus 2026. Menurut Idealista, terjadi kenaikan 5,8 persen dari tahun sebelumnya.
