×
Ad

Gentengisasi Meluncur: 500 Ribu Keping Genteng Dikirim dari Purwakarta

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Jumat, 02 Okt 2026 18:29 WIB
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekda Jawa Barat Herman Suryatman, dan Menteri PKP Maruarar Sirait (kiri ke kanan). Foto: Almadinah Putri Brilian
Jakarta -

Pemerintah memberangkatkan 125 truk yang mengangkut total 500.000 genteng tanah liat dari Plered, Purwakarta menuju sejumlah titik di Purwakarta. Langkah ini merupakan bagian dari Program Gentengisasi yang sedang digencarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"(Truk) yang mau berangkat nanti mengangkut genteng sejumlah semuanya 500 ribu genteng diangkut oleh 125 truk," kata Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dalam acara Peluncuran 500.000 Genteng di Pleret, Purwakarta, Jumat (2/10/2026).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan Program Gentengisasi merupakan upaya untuk menggantikan atap seng masyarakat. Bahan seng perlu diganti karena dianggap berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat.

"Program Gentengisasi ini arahan Presiden Prabowo supaya rumah rakyat jangan pakai seng. Nanti kalau (pakai) seng itu panas. Kemudian nanti bisa abunya ke bawah, bisa sakit TBC. (Penggantian atap) supaya sehat rakyatnya," ujar Ara.

Di sisi lain, program ini juga menggerakkan perekonomian masyarakat. Usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) seperti pabrik genteng tanah liat menjadi maju. Lalu, supir truk pun mendapatkan pekerjaan untuk mengangkut genteng tersebut.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan Prabowo membuat Program Gentengisasi karena prihatin dengan banyaknya rumah yang masih menggunakan atap seng. Jenis atap tersebut membuat rumah menjadi panas dan mengurangi keindahannya.

"Program Gentengisasi ini adalah perintah Bapak Prabowo memang. Saya mendampingi beliau waktu itu. Karena prihatin melihat rumah-rumah yang banyak menggunakan atap seng," ucap Tito.

Ia menyebutkan persentase rumah-rumah yang menggunakan atap genteng sebanyak 57 persen di Indonesia. Lalu, hampir 37 persen menggunakan seng dan sisanya memakai asbes, bahan alami seperti papan dan bambu, serta dedaunan seperti ijuk dan jerami.

Jawa Barat memiliki jumlah rumah pengguna genteng terbanyak, yaitu lebih dari 13 juta rumah, tetapi persentasenya baru sekitar 87 persen. Sementara itu, persentase tertinggi ada di Yogyakarta sebesar 97 persen, disusul Jawa Timur 95 persen.

Menurutnya, genteng tanah liat termasuk pilihan terbaik untuk penutup atap rumah. Bahan ini relatif murah, asli khas Indonesia, tidak menimbulkan berisik saat hujan, adem, indah, serta layak untuk hunian.

"Negara-negara lain itu pakai beton, macam-macam. Nah di kita ini genteng ini memang asli dari zaman dulu, khasnya Indonesia itu adalah genteng tanah liat," tuturnya.

Sebelumnya, Ara pernah mengatakan sudah ada 2,5 juta genteng yang dipesan dari Plered, Purwakarta dan Jatiwangi, Majalengka. Dalam beberapa bulan ini, genteng itu akan siap untuk digunakan masyarakat.

"Bulan depan Oktober dan November untuk arahan Presiden (Prabowo Subianto) Gentengisasi, 500 ribu genteng akan dikirimkan bulan depan di Purwakarta dan 2 juta genteng produk UMKM kita itu akan kita kirim ke Jatiwangi, Majalengka," kata Ara dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).



Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "

(dhw/dhw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork