Umat Hindu Juga Punya Tradisi Khusus Syukuran Rumah, Begini Prosesinya

Umat Hindu Juga Punya Tradisi Khusus Syukuran Rumah, Begini Prosesinya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 03 Okt 2026 08:07 WIB
Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama pengelola pasar menggelar upacara Tawur Balik Sumpah dan Melaspas di Pasar Rakyat Tematik Wisata Ubud, Senin (16/2/2026). (Dok. Pemkab Gianyar)
Ilustrasi melaspas. Foto: (Dok. Pemkab Gianyar)
Jakarta -

Umat Hindu di Bali memiliki budaya bernama melaspas yang biasa digelar setelah pembangunan atau renovasi selesai. Tradisi ini berlaku pada rumah, tempat suci, dan bangunan lainnya.

Dilansir detikBali, dalam kepercayaan mereka bangunan baru dianggap belum siap dihuni. Melaspas dilakukan dengan tujuan untuk menyeimbangkan kekuatan positif serta negatif dalam lingkungan sekitar. Penting untuk melakukan melaspas sebelum memulai kehidupan baru agar penuh berkah.

Kata 'Melaspas' berasal dari dua kata, yakni 'Melas' yang berarti pisah dan 'Pas' yang artinya cocok. Berarti melaspas menggambarkan proses bangunan yang terdiri dari unsur-unsur berbeda, seperti kayu, tanah, dan batu. Kemudian, unsur-unsur tersebut disatukan menjadi bangunan yang layak untuk ditempati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti Apa Prosesi Melaspas?

Dalam prosesinya, ada satu pemimpin yang disebut pemangku. Prosesi tersebut biasanya juga dilakukan oleh sulinggih untuk di pura.

Sebelum memulai prosesi, akan ada upacara mecaru yang bertujuan untuk mempersembahkan sesajen berupa labaan kepada bhuta kala. Prosesi ini semacam upaya menetralisasi serta mengembalikan energi negatif yang mendiami bangunan tersebut agar kembali ke tempat asalnya.

ADVERTISEMENT

Kemudian, rangkaian upacara dilanjutkan dengan menancapkan orti pada mudra bangunan sebagai permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pemasangan ulap-ulap juga tidak ketinggalan. Biasanya kain putih dengan tulisan aksara suci itu akan dipasang pada bangunan sesuai jenisnya. Dilanjutkan dengan pangurip-urip atau semacam menggoreskan arang bunga di tiap bangunan sebagai lambang Tri Murti atau Brahma, Wisnu dan Iswara.

Prosesi terakhir adalah ngayab banten ayaban, ngayabang pras pamelaspas, dan juga ngayabang caru perabot ngeteg-linggih, khususnya jika yang dipelaspas adalah tempat suci atau pelinggih.



(aqi/ilf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads