Sarang tawon besar telah menjadi ketakutan besar bagi warga Queens beberapa bulan belakangan ini. Sarang tawon seukuran dua bola basket tersebut tergantung setinggi 3 meter di pohon kota di sudut Cowles Court dan Dry Harbor Road di Middle Village.
Warga sudah membuat laporan kepada Departemen Taman Kota New York, tetapi permintaan penanganan ditolak. Warga diminta untuk membayar sendiri biaya pemindahan sarang tersebut dan dipindahkan secara hati-hati.
Dilansir New York Post, seorang pekerja di Departemen Taman, Camile Easterling, mengatakan kepada warga yang melapor bahwa pemerintah kota tidak akan menyentuh gerombolan tawon itu karena hewan tersebut memainkan peran penting dalam ekosistem kita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebah dan tawon berperan sebagai penyerbukan tanaman dan membantu mengendalikan populasi hama serangga berbahaya," ujar Easterling, asisten komisaris wilayah departemen tersebut, dalam e-mail pada Senin (14/8/2026) kepada salah satu pelapor.
Jika ingin memindahkan sarang, Departemen Taman Kota New York bisa merekomendasikan perusahaan-perusahaan penyedia jasa pengusir serangga. Namun, warga tetap harus mendapat izin dari departemen tersebut karena objek yang akan terdampak adalah pepohonan yang dikelola oleh pemerintah kota.
Masalah berikutnya adalah soal dana. Menurut situs Angi, penyewaan jasa mengusir lebah dan tawon tawon dari pepohonan di NYC biasanya menghabiskan biaya antara $200-800 atau setara Rp 3,5-14,2 juta (kurs Rp 17.829).
Selain itu, Departemen Taman Kota New York juga menyarankan warga untuk menghubungi 911 jika terjadi keadaan darurat. Hal ini membuat warga setempat meradang karena jawaban tersebut terdengar tidak masuk akal.
"Warga seharusnya tidak perlu mengurus izin, menyewa kontraktor, dan membayar sendiri untuk memindahkan sarang tawon dari pohon milik kota, sementara pilihan lainnya tampaknya adalah menunggu sampai seseorang tersengat dan menelepon 911. Dinas Taman perlu melakukan tugasnya sebelum ada yang terluka," kata Wong, salah satu warga yang sudah melapor.
Warga lainnya yang melihat sarang tersebut, Betty Coccaro mempertanyakan apakah pemerintah kota mengutamakan kesehatan serangga daripada kesehatan warga, terutama karena beberapa orang memiliki alergi yang mengancam jiwa akibat sengatan serangga.
"Tentu saja saya khawatir. Bagaimana jika sarangnya jatuh? Saya bisa mengenali kalau itu lebah karena kita bisa mendapatkan madu dari lebah. Tapi satu-satunya yang bisa kita dapatkan dari ini adalah disengat. Kenapa mereka tidak menyingkirkannya?" ujarnya.
Jody Gangloff-Kaufmann, koordinator program Pengelolaan Hama Terpadu Universitas Cornell, mengatakan bahwa tawon biasanya membangun sarang di tempat yang lebih tinggi di pohon dan menghindari interaksi dengan manusia, tetapi dia memahami mengapa warga khawatir.
Pakar serangga penyengat itu juga mengatakan saran Departemen Taman untuk memindahkan sarang tersebut tidak masuk akal karena tawon tidak bisa dijinakkan seperti lebah madu. Ia menyarankan untuk menghilangkan sarang tawon dari pohon tersebut harus dilakukan oleh pembasmi serangga profesional.
Saksikan Live DetikSore :
(aqi/das)
