Genjot Program Perumahan, 3 Kabupaten di Sulawesi Dapat Apresiasi Kemendagri

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Genjot Program Perumahan, 3 Kabupaten di Sulawesi Dapat Apresiasi Kemendagri

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Jumat, 18 Sep 2026 20:09 WIB
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menerima penghargaan di  Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sulawesi
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf menerima penghargaan di Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sulawesi. Foto: Dok Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sulawesi
Jakarta -

Program 3 Juta Rumah digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tidak hanya menyasar masyarakat di perkotaan saja, tetapi hingga ke kabupaten. Pemda dituntut untuk berkontribusi menyediakan hunian layak untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Atas dasar hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan penghargaan kepada 3 kabupaten terbaik yang telah berkontribusi dalam implementasi Program 3 Juta Rumah.

Kabupaten Morowali menyabet Terbaik I dalam kategori Implementeasi Program 3 Juta Rumah, Kabupaten Soppeng Terbaik II, dan Kabupaten Donggala sebagai Terbaik III. Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sulawesi yang digelar di Makassar pada Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menyerahkan penghargaan Terbaik I kepada Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf atas capaiannya. Pemerintah memberikan trofi dan apresiasi berupa bantuan dana untuk merenovasi 300 rumah tak layak huni.

Lalu, untuk Terbaik II diwakilkan oleh Bupati Kabupaten Soppeng Suwardi Haseng yang menerima trofi beserta dana bantuan untuk bedah rumah 250 unit. Terakhir, Terbaik III diberikan kepada Kabupaten Donggala yang menerima trofi dan dana bantuan renovasi rumah untuk 200 rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

ADVERTISEMENT

Kabupaten Morowali diketahui memprioritaskan pembangunan perumahan karena dinilai sebagai instrumen strategis yang dapat berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama kelas bawah.

Manajemen program perumahannya juga sudah berbasis data yang akurat dan terukur, dengan pendekatan by name by address sehingga mekanisme distribusi bantuan tidak melenceng dari kelompok sasaran yang sesungguhnya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman di Morowali juga bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Morowali dan meluncurkan Program PerumBAZ. Program ini bertujuan untuk memperluas jangkauan bantuan perumahan bagi masyarakat yang membutuhkan. Sasaran dari program ini adalah membantu MBR yang belum memiliki lahan sendiri.

Terobosan di bidang perumahan untuk mendukung terealisasinya Program 3 Juta Rumah juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng. Mereka berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang layak huni.

Program yang mereka bawa adalah bedah rumah gratis yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Soppeng tahun 2025. Total anggaran yang disiapkan Rp 300 juta untuk 20 unit rumah atau Rp 15 juta per unit rumah. Anggaran tersebut diperuntukan untuk pengadaan bahan bangunan, sementara pengerjaan fisik rumah dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan fasilitasi dari kelurahan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Soppeng pada 2025, sebanyak 96,56 persen rumah tangga di Soppeng telah memiliki akses terhadap tempat tinggal yang memenuhi standar kecukupan ruang berdasarkan indicator SDGs. Di mana sebagian besar rumah di kabupaten tersebut memiliki rumah di atas 10 meter persegi.

Sementara itu, Kabupaten Donggala bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memiliki program Berani Bedah Rumah bagian dari program Berani Sejahtera. Program ini mulai dijalankan pada tahun ini dengan dua skema sesuai dengan konsep Program 3 Juta Rumah, yakni pembangunan rumah baru dan peningkatan kualitas atau rehabilitasi rumah yang sudah ada.

Pemerintah setempat menargetkan akan merenovasi 100 unit pada 2026. Ternyata pencapaian mereka melebih target, 124 rumah tak layak huni telah mulai ditangani mulai bulan ini. Penerimanya adalah kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebanyak 85 unit akan dibangun baru, sedangkan 39 unit lainnya mendapat peningkatan kualitas atau rehabilitasi dengan total anggaran sekitar Rp 7,84 miliar.

Lokasi penerima manfaat untuk mendapatkan rumah baru ada di Kabupaten Donggala sebanyak 40 unit, Kota Palu 26 unit, Kabupaten Tojo Una-Una 15 unit, Banggai Laut 10 unit, Tolitoli lima unit, Buol lima unit, Banggai Kepulauan lima unit, dan Morowali Utara lima unit.

Lalu, penerima manfaat renovasi rumah berada di Kabupaten Banggai tujuh unit, Parigi Moutong empat unit, dan Donggala dua unit. Anggaran untuk pembangunan satu rumah senilai Rp 80 juta.



(aqi/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads