Pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus dilakukan. Terbaru, progres pembangunan fisiknya sudah menyentuh angka 85 persen.
Dalam paparan yang dilakukan Direktur Jenderal Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati, pembangunan rusun kontrak tahun jamak 2024-2026 di IKN terdiri dari 5 tower dengan total 305 unit. Rusun tersebut terdiri dari 4 tower untuk TNI dan 1 tower untuk MBR, total progres bangunan fisik sudah sekitar 92 persen.
"Untuk yang rusun kontrak tahun jamak ya, ini IKN, ini realisasi fisiknya sudah 92,63 persen. Jadi insyaallah ini tidak ada permasalahan," ujarnya dalam acara Penyampaian progres pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 serta kesiapan pelaksanaan BSPS Tahun 2027, di Menara Mandiri II, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusun MBR di IKN yang hampir rampung. Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom |
Jika dirinci, progres 4 tower rusun TNI realisasinya sudah 100 persen. Sementara itu, untuk rusun MBR realisasi fisiknya 85 persen dengan akhir kontrak pada Oktober 2026.
Sebelumnya diberitakan, pada Mei 2026, progres pembangunan rusun MBR di IKN mencapai 42,465 persen. Rusun ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Rusun yang dibangun 1 tower ini terdiri dari 4 lantai yang di dalamnya ada 65 unit. Setiap unit berupa hunian tipe 36. Adapun variasi unit hanya terbagi antara 3 unit difabel dan 62 standar.
Dikutip dari akun Instagram resmi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan & Kawasan Permukiman Kalimantan II @bp3kp_kalimantan2, Rusun MBR dibangun oleh Kementerian PKP, Balai P3KP Kalimantan II melalui Satuan Kerja PKP Kaltim. Pembangunan dikerjakan oleh PT. Adhi Persada Gedung - FYP KSO.
(abr/das)

