Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperlihatkan rumah gratis yang dibangun oleh Agung Sedayu Group di lahan hibah PT Bumi Samboro Sukses di Tangerang. Rencananya akan ada 250 rumah yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam video singkat tersebut tampak perumahan luas dengan rumah berjejer rapi. Jika dilihat dari atas, rumah beratap abu-abu tersebut terbagi ke dalam 4 jalan besar. Kondisi bangunan dan jalanan sudah rapi. Namun, tidak ada pohon yang tampak.
Pada sisi kanan perumahan tersebut bersebelahan dengan permukiman umum. Sementara pada sisi kiri bersinggungan dengan lahan sawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampakan 250 rumah gratis Ara-Aguan di Tangerang Foto: Tangkapan Layar YouTube/TVR Parlemen |
Jika dilihat dari dekat, rumah-rumah tersebut hanya 1 lantai dengan arsitektur minimalis. Fasadnya berwarna abu-abu dan coklat. Di depan rumah tersedia taman mini dan carport kendaraan. Semua rumah tidak ada yang memakai kanopi dan pagar.
Di taman sudah ditanam rumput dan ada satu tanaman yang tingginya sekitar betis orang dewasa. Meskipun belum ditempati, lingkungannya tampak bersih dan rapi.
Lokasi perumahan ini berada di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Perumahan tersebut memakai tanah hibah seluas 2,5 hektare milik PT Bumi Samboro Sukses yang sebagian dimiliki oleh Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara).
"Jadi tanahnya ini sebagian punya Menteri (Ara), sebagian punya Pak Dino (Bumi Samboro). Karena sebagai menteri kita kasih contoh gotong royong," kata Ara di lokasi groundbreaking, Jumat (1/11/2024).
Pada saat itu, rumah di sana ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Nantinya yang mengisi akan mendapatkan hunian lengkap dengan perabotan alias full furnished.
Agung Sedayu Group ikut dalam proyek ini lewat program CSR dengan menggelontorkan dana senilai Rp 60 miliar.
Penampakan 250 rumah gratis Ara-Aguan di Tangerang Foto: Tangkapan Layar YouTube/TVR Parlemen |
Berdasarkan papan informasi di lokasi pada awal pembangunan, setiap rumah yang bakal dibangun memiliki tipe 36 di atas luas lahan 60 meter persegi atau 6x10 meter. Isi rumah terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang keluarga, dapur.
Selain itu, akan ada area untuk parkir 1 mobil dan 1 motor. Desain rumahnya tampak bergaya minimalis serta bernuansa warna abu-abu. Rumah akan dibuat desain yang inklusif dan hijau atau ramah lingkungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Akses keluar masuk perumahan akan menggunakan one gate system. Adapun fasilitas umum yang bakal dibangun di rumah ini antara lain taman, masjid, lapangan serbaguna, dan sekolah.
Berdasarkan catatan detikcom, Ara sempat ingin meresmikan perumahan ini pada 28 Oktober 2025, tetapi hingga artikel ini ditayangkan rencana tersebut belum terealisasi.
Ara menyebut ratusan unit rumah gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu sebenarnya sudah siap dari tanggal 31 Oktober. Namun, Ara masih menunggu jadwal dari Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau langsung rumah tersebut.
"Kita masih menunggu jadwal dari pak presiden, kita sudah siap dari tanggal 31 Oktober sesuai dengan apa yang kita siapkan. Tapi kan soal waktunya kita nunggu dari sana (presiden)," kata Ara kepada wartawan di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025).
Selain itu, hingga hari ini juga masyarakat yang berhak atas rumah tersebut juga belum dicari. Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati mengatakan syarat utama penerimanya adalah MBR. Latar belakang profesi bisa TNI-Polri, nelayan, petani, pedagang, tenaga kesehatan, dan guru.
"Jadi bersama timnya pak bupati, dengan pak bupati, BPS, kita saat ini juga sedang melihat gitu ya, karena penentuannya nanti dari pak bupati, supaya kriteria MBR-nya betul-betul tepat sasaran," ujar Sri kepada media, Selasa (4/11/2025).
Pada November 2025, Sri mengatakan rumah telah selesai dibangun. Ia mengklaim hunian itu memiliki kualitas material yang sangat baik agar memberikan kenyamanan dan keamanan kepada penghuninya.
"Jadi boleh datang ke sana, di Cituis, nanti alamatnya saya kirim. Itu sudah jadi semua tuh 250 (unit), dengan kualitas yang sangat baik," pungkas Sri.
(aqi/das)


