Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan ada lahan milik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang bisa dibangun perumahan. Luasnya 41 haktare.
Hal ini disampaikan dalam sambutannya di acara Groundbreaking Hunian Manggarai dalam Mendukung Program 3 Juta Rumah.
"Saya kira tantangan yang berikutnya Pak terus terang saja adalah lahan milik Kemenhan di sebelah. Saya kira Pak Sjafrie (Menteri Pertahanan) sudah tawarkan ke kita ya. Sjafrie sudah tawarkan ke kita 41 hektare," kata Hashim di Manggarai, pada Jumat (21/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lahan tersebut tidak dalam keadaan kosong. Di atasnya sudah dibangun rumah warga.
"Memang ada tantangan karena ada ya ada penghuni, ada penduduk yang Bapak sudah tahu itu kan," ungkapnya.
Hashim mengusulkan untuk dipakai untuk membangun perumahan rakyat. Lalu, dijual kepada warga dengan harga terjangkau. Dengan begitu warga bisa mendapatkan hak tinggal yang legal di sana.
"Kalau kita bisa tawarkan ke mereka yang tinggal di rumah-rumah kumuh bahwa mereka bisa dengan harga yang terjangkau, (KPR) 40 tahun kredit. Sekarang ada kredit 40 tahun ya, Pak Nixon (Direktur Utama PT BTN Nixon L.P. Napitupulu). Itu karena Pak Ara (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait) yang perjuangkan ya dan lain-lain perjuangkan," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pemerintah menggelar groundbreaking rumah susun (rusun) subsidi di Manggarai siap dibangun. Di tahap awal, sebanyak 1.232 unit yang tersebar di 3 tower siap dibangun.
Berdasarkan pantauan detikcom, groundbreaking ditandain dengan dilakukan pengeboran di lokasi pembangunan dengan mesin bor tiang pancang putar.
Groundbreaking ini disaksikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara), Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/BPN) Ossy Dermawan, hingga Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu.
Dalam sambutannya, Hashim menyebut ini sebagai proyek rusun subsidi pertama yang dibangun di Ibu Kota di era Presiden Prabowo Subianto. Meskipun sebelumnya ada rusun Meikarta yang sudah groundbreaking pada awal tahun, tetapi lokasinya di Kabupaten Bekasi.
"Ini yang pertama yang jadi vertikal yang kita berbangga nanti 24 lantai di pusat Ibu Kota Jakarta," kata Hashim dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai dalam Mendukung Program 3 Juta Rumah, pada Jumat (21/8/2026).
Lokasi pembangunan rusun subsidi Manggarai berada di kawasan Stasiun Manggarai. Terdapat dua lokasi, Blok F dan Blok G yang letaknya depan dan belakang. Blok G sendiri berada di depan TKIT Harapan Ummat.
Blok G seluas sekitar 6.925 meter persegi dan Blok F sekitar 15.014 meter persegi. Apabila ditotal luas lahan untuk pembangunan rusun di Manggarai ini mencapai 21.939 meter persegi.
Pembangunan akan ditangani oleh KAI Properti Management dan sudah melakukan groundbreaking di lahan Blok G, sebanyak 3 tower. Targetnya pekerjaan di Blok G akan memakan waktu 18 bulan atau 1,5 tahun. Semua unit yang dibangun berbentuk rusun milik (rusunami).
Lebih lanjut, Blok G nantinya akan ada 3 tower, terdiri dari Tower A dengan 418 unit, Tower B dengan 506 unit, dan Tower C dengan 308 unit. Total di Blok G ini akan ada 1.232 unit yang terdiri dari unit tipe 28, 36, dan 45.
Sementara itu, Blok F nantinya akan ada 5 tower, terdiri dari Tower 1 dengan 572 unit, Tower 2 dengan 572 unit, Tower 3 dengan 528 unit, Tower 4 dengan 308 unit, dan Tower 5 dengan 528 unit. Total di Blok F ini jauh lebih banyak, yakni sekitar 2.508 unit yang terdiri dari unit tipe 28, 36, dan 45.
Tipe hunian 36 dan 45 tersedia 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan meja makan. Lalu, untuk tipe 28 jauh lebih kecil dengan mencakup 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur.
