Pemerintah terus mendorong tersedianya hunian berbentuk rumah vertikal di Ibu Kota yang terjangkau. Proyek terbaru adalah rumah susun (rusun) di Manggarai yang telah dilakukan groundbreaking.
Ada banyak sekali fakta dan informasi penting soal proyek ini, berikut detikcom rangkum.
1. Proyek Rusun Subsidi Perdana di Jakarta Era Prabowo
Jakarta memang sudah memiliki banyak rusun murah, tetapi rusun subsidi ini adalah proyek pertama yang sudah siap dibangun di masa kepemimpinan Presiden Prabowo.
"Ini yang pertama yang jadi vertikal yang kita berbangga nanti 24 lantai di pusat Ibu Kota Jakarta," kata Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo dalam acara Groundbreaking Hunian Manggarai dalam Mendukung Program 3 Juta Rumah, pada Jumat (21/8/2026).
2. Lokasi Rusun
Selain murah, jika proyek ini benar-benar selesai konsumen juga akan mendapatkan keuntungan dari segi lokasi. Pasalnya lokasinya dekat dengan Stasiun Manggarai. Jika ditempuh dengan jalan kaki tidak sampai 10 menit.
Terdapat 2 blok hunian yang akan dipakai untuk membangun rusun. Blok G sendiri berada di depan TKIT Harapan Ummat. Lalu, Blok F di belakangnya.
3. Siapa yang Akan Membangun?
Pengembang proyek rusun subsidi di Manggarai adalah KAI Properti Management. Kemudian, kepemilikan lahannya juga punya PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sehingga lahannya siapa untuk dipakai.
Anggaran pembangunannya akan memakai kredit konstruksi dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu belum bisa mengungkapkan biaya pembangunan rusun subsidi di Manggarai. Pihaknya tengah berdiskusi perihal suku bunga konstruksi dengan KAI Properties Management.
4. Kapan Dibangun?
Blok G dibangun lebih dulu, yakni setelah groundbreaking pada Jumat (21/8/2026) dan ditargetkan selesai dalam 18 bulan atau 2028. Sementara itu, Blok F belum bisa groundbreaking bersamaan karena di lahan tersebut masih ada bangunan dan perlu dibersihkan. Rencananya groundbreaking baru dilakukan pada September.
5. Bentuk Rumahnya
Akan ada 3 jenis rumah yang tersedia, yakni tipe 28, 36, dan 45. Tipe hunian 36 dan 45 tersedia 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan meja makan. Lalu, untuk tipe 28 jauh lebih kecil dengan mencakup 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur.
Blok G nantinya akan ada 3 tower, terdiri dari Tower A dengan 418 unit, Tower B dengan 506 unit, dan Tower C dengan 308 unit. Total di Blok G ini akan ada 1.232 unit yang terdiri dari unit tipe 28, 36, dan 45.
Sementara itu, Blok F nantinya akan ada 5 tower, terdiri dari Tower 1 dengan 572 unit, Tower 2 dengan 572 unit, Tower 3 dengan 528 unit, Tower 4 dengan 308 unit, dan Tower 5 dengan 528 unit. Total di Blok F ini jauh lebih banyak, yakni sekitar 2.508 unit yang terdiri dari unit tipe 28, 36, dan 45.
(aqi/aqi)