Dari tahun ke tahun tren rumah yang dicari oleh konsumen mengalami perubahan. Beberapa faktornya dikarenakan konsumen semakin cerdas dalam memilih rumah. Mereka memiliki banyak harapan hunian yang dibeli setidaknya layak, sehat, aman, hingga nyaman.
Menurut Senior Commercial Advisor Rumah123 Maria Herawati Manik tren saat ini berubah jauh karena konsumen saat ini mulai didominasi oleh Gen Z. Harga bukan lagi jadi daya tarik utama. Ia menyebutkan ada beberapa tren yang saat ini dicari oleh konsumen, berikut diantaranya.
1. Material yang Dipakai
Maria mengatakan saat konsumen sudah lebih jeli terhadap material bangunan. Bahkan Rumah123 banyak menerima pesan dari konsumen yang menanyakan detail bangunan yang dipakai. Hunian yang memakai material ramah lingkungan dan sehat untuk anak-anak meningkat akhir-akhir ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Peralatan yang Tersedia di Rumah (Home Appliances)
Home appliances yang dimaksud salah satunya apakah di rumah tersebut ada smart system. Lalu dari segi keamanan apakah di rumah tersebut tersedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
"Bahkan ada kabel listrik, pipa, perpipaan, itu kan dibutuhkan semua tuh. Sampai alat APAR apa ya? Pemadam kebakaran," ungkapnya dalam acara Press Conference The People's Choice 2026, Indonesia's Top Consumer Voted Awards, di Raffles Hotel Jakarta pada Senin (10/8/2026).
3. Fasilitas Kendaraan Listrik (Electric Vehicle)
Saat ini pemakaian kendaraan listrik semakin marak sehingga dibutuhkan akses pengisian daya yang mudah diakses. Banyak yang akhirnya memasang di rumah sendiri. Jika dari pengembang sudah memasang fasilitas ini, otomatis akan diminati.
4. Kepastian Pembangunan
Akhir-akhir ini semakin banyak kasus perumahan yang gagal dibangun atau berhenti di tengah jalan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi calon konsumen.
Maria mengatakan calon konsumen yang mencari rumah secara online di Rumah123 banyak yang bertanya apakah rumah yang dipasarkan sudah terbangun atau belum. Jika sudah siap huni menjadi nilai plus untuk meyakinkan konsumen untuk membeli.
Selain itu, menurut Ali Tranghanda selaku CEO of Indonesia Property Watch tren saat ini juga dipengaruhi oleh apa yang tengah berkembang di media sosial. Hal ini merupakan hal bagus karena konsumen bisa menilai sendiri calon rumahnya dari media yang paling mudah mereka jangkau secara online.
"Malah dengan maraknya media sosial segala macam ini memang kita ada indikasi memang terpengaruh. Terpengaruh ada media sosial. Karena tadi itu, nggak salah juga. Karena dengan ada top of mind artinya strategi promosi mereka (pengembang) itu betul lho. Udah masuk. Tapi, ada sebagian lagi memang mungkin bagus, tapi kecewa (ada yang nggak bagus), dia akan milih," jelas Ali ditemui di tempat yang sama.
Selain itu cara lain bagi konsumen untuk bisa memilih hunian yang tepat sesuai dengan preferensi masing-masing adalah lewat adanya The People's Choice 2026, Indonesia's Top Consumer Voted Awards.
Dalam acara ini Rumah123 bersama Indonesia Property Watch (IPW) akan memberikan apresiasi kepada pelaku industri properti terbaik setahun ini. Secara tidak langsung, pemenang dari acara penghargaan ini bisa menjadi referensi kepada calon konsumen bahwa pelaku, proyek, dan produk yang dijalankan memang baik dan bisa dipercaya.
"The People's Choice, Golden Property Award, ini minimal ada satu benchmark bagi konsumen yang melihat, oh si proyek ini bagus tuh, karena udah dipilih, udah dinilai, udah assessment oleh kami," tuturnya.
Terdapat 54 nominasi yang disiapkan yang pemenangnya sudah dipilih dengan cermat. Dalam proses penilaiannya melibatkan partisipasi konsumen asli yang mungkin sudah pernah membeli atau pengguna Rumah123 untuk memberikan suara kepada kandidat. Kabarnya ada 71 ribu orang yang ikut dalam votes dan 247 ribu suara yang masuk dalam periode Juni-Juni 2026, saat pemilihan dibuka.
"Di tahun ini kami membuat satu sistem yang lebih komprehensif, tidak hanya polling, tapi kami juga menggabungkan dengan focus growth discussion, FGD. FGD-nya juga," ungkap Ali.
Dipastikan siapa pun yang masuk dalam kandidat tidak ada riwayat penipuan, perumahan bekas banjir atau bencana alam, atau pernah menangani proyek mangkrak. Selain itu, seluruh nominasi yang diikutkan dalam acara ini hanya berasal dari sektor rumah tapak. Mereka belum memasukkan rumah vertikal seperti apartemen, kondominium, ataupun rusun.
(aqi/aqi)
