Badan Pengelola Tabungan Perumahan (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan menggelar akad massal rumah subsidi dan KUR Perumahan di Batang, Jawa Tengah. Presiden Prabowo Subianto disebut akan turut hadir dalam acara ini.
"Waktu kegiatannya di Kamis 30 Juli 2026 dan ini juga Bapak Menteri (Maruarar Sirait) sudah menyampaikan langsung undangan ke Bapak Presiden dan kita harapkan beliau bisa hadir," ucap Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam Konferensi Pers Praevent Akad Massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP dan Akad Massal KUR Perumahan, di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).
Dalam acara akad massal nanti, 62.000 calon debitur KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan akad dan menerima kunci rumah subsidi. Sebanyak 200 calon debitur di antaranya akan hadir secara langsung, sisanya tersebar di 36 provinsi dan sekitar 372 kabupaten/kota.
"Kegiatan akad massal ini mungkin agak lebih kolosal dibanding sebelumnya, karena akan melibatkan kurang lebih atau minimal 62 ribu debitur FLPP di seluruh Indonesia," ucapnya.
Acara akad massal ini merupakan lanjutan dari dua kegiatan serupa yang diadakan pada 2025. Sebelumnya sudah ada akad massal di Cileungsi, Kabupaten Bogor dan Serang, Banten.
Debitur KPR FLPP tersebut dihimpun dari 37 bank penyalur. Proses penyaluran KPR FLPP pun bakal dipercepat sehingga dapat diakadkan bersamaan pada hari tersebut.
Selain itu, Heru menambahkan lokasi akad akan berlangsung di Perumahan Puri Delta City Side. Perumahan itu memiliki luas mencapai 13 hektare dengan 200 unit rumah.
Lokasi akad massal di Kota Batang, Jawa Tengah dipilih lantaran Jateng menempati peringkat kedua provinsi dengan penyaluran rumah subsidi terbesar. Lalu, Batang mempunyai kawasan industri terpadu sehingga pemerintah dapat menyediakan rumah bagi para pekerja.
Kemudian, Heru mengatakan akad massal rumah subsidi ini dikolaborasikan dengan akad massal KUR Perumahan. Kredit senilai Rp. 880 miliar akan disalurkan di acara yang sama.
"KUR Perumahan yang nilainya nanti kurang lebih Rp 800 miliar kalau nggak Rp 1 miliar ya yang akan akad pada saat akad masal bersama dengan FLPP," ucapnya.
Sementara itu, Kasubdit Pembiayaan Perumahan Kementerian PKP Achmad Purwo Hardjanto mengatakan dari penyaluran Rp 880 miliar itu untuk 6.873 debitur sari sisi demand, sedangkan dari supply 227 debitur.
Dengan adanya akad massal, diharapkan target penyaluran KUR Perumahan bisa segera tercapai dari bank penyalur. Adapun bank penyalur yang mendukung KUR Perumahan ada 29 bank.
Ia juga menyampaikan saat ini penyaluran kredit program perumahan (KPP) atau KUR perumahan sudah mencapai 98.163 debitur.
"Tahun 2026 ini kami di target 36 triliun. Nah ini Alhamdulillah sudah kami capai menjadi 59% dari total 36 triliun atau 98.163 debitur atau senilai Rp 21,5 triliun," imbuhnya.
Simak Video "Video: Prabowo-Menteri Kabinet Hadiri Serah-Terima 26.000 Rumah Subsidi"
(dhw/aqi)