Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan menggelar akad massal KUR Perumahan atau Kredit Program Perumahan di Kota Batang, Jawa Tengah. Kredit senilai Rp 880 miliar akan disalurkan secara serentak akhir bulan ini.
Kasubdit Pembiayaan Perumahan Kementerian PKP Achmad Purwo Hardjanto menjelaskan penyaluran kredit Rp 880 miliar itu didominasi oleh debitur dari sisi demand dalam industri perumahan. Kredit tersebut diberikan kepada 6.873 debitur dari sisi demand dan 227 debitur dari sisi supply.
Target penyaluran KUR Perumahan sendiri pada 2026 sebesar Rp 36 triliun. Plafon kredit itu pun kini sudah ditambah menjadi Rp 50 triliun oleh Kementerian Koordinator Perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun capaian Kementerian PKP sudah 59 persen dari total Rp 36 triliun. Sebanyak 98.163 debitur telah menerima kredit senilai Rp 21,5 triliun.
"Mudah-mudahan untuk kegiatan akad masal ini, apalagi juga ini ada Rp 880 miliar dari Bank BRI, ini mudah-mudahan bisa mendorong dan bisa lebih cepat lagi mencapai target (KUR Perumahan)," kata Purwo dalam Konferensi Pers Pra Event Akad Massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP dan Akad Massal KUR Perumahan, di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).
Selain itu, Purwo menyebut akad massal KUR Perumahan merupakan kegiatan strategis kementerian. Sebab, kredit tersebut dapat dimanfaatkan berbagai pihak, termasuk pengembang untuk membangun perumahan bersubsidi.
Program ini turut didukung oleh 29 bank penyalur. Dari angka tersebut, jumlah bank yang sudah menyalurkan kredit sebanyak 20 bank.
Sementara itu, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan akad massal KUR Perumahan digelar bersamaan dengan akad massal 62.000 rumah subsidi. Kegiatan itu bakal dilangsungkan di Perumahan Puri Delta City Side pada Kamis, 30 Juli 2026.
"KUR Perumahan yang nilainya nanti kurang lebih Rp 800 miliar kalau nggak Rp 1 miliar akan akad pada saat akad massal bersama dengan FLPP," ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto pun diundang untuk menghadiri akad massal rumah subsidi dan KUR Perumahan ini.
"Bapak Menteri (Maruarar Sirait) sudah menyampaikan langsung undangan ke Bapak Presiden dan kita harapkan beliau bisa hadir," tuturnya.
(dhw/das)
