Rumah Subsidi Masih Diburu, 6.000 Unit Ludes Lewat Akad Massal

Rumah Subsidi Masih Diburu, 6.000 Unit Ludes Lewat Akad Massal

Danang Sugianto - detikProperti
Kamis, 25 Jun 2026 18:15 WIB
Akad Massal 6.000 Unit Rumah Subsidi
Akad Massal 6.000 Unit Rumah Subsidi (Foto: Dok. Bank Syariah Nasional)
Jakarta -

Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi terus menunjukkan tren positif di tengah upaya pemerintah mengurangi backlog perumahan. Salah satu indikatornya terlihat dari akad massal 6.000 unit rumah subsidi yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Akad massal tersebut dilaksanakan PT Bank Syariah Nasional (BSN) melalui program KPR BSN Sejahtera dan dipusatkan di Perumahan Siba Garden, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (25/6/2026).

Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta mengatakan kegiatan akad massal dilakukan untuk mempercepat penyaluran KPR subsidi sekaligus mendukung target pemerintah dalam Program 3 Juta Rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2026, Bank BSN kembali mendapat amanah dari pemerintah untuk menyalurkan KPR Bersubsidi dengan target sebanyak 73.700 unit KPR FLPP. Kegiatan Semarak Akad Massal seperti yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu strategi penting dalam mengakselerasi pencapaian target tersebut," kata Yut Penta dalam keterangannya.

Berdasarkan data yang dipaparkan perusahaan, hingga Juni 2026 Bank BSN telah menyalurkan sekitar 28.000 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

ADVERTISEMENT

Adapun berdasarkan data BP Tapera per 24 Juni 2026, pangsa pasar KPR subsidi yang disalurkan Bank BSN mencapai 24,6%. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebesar 21,32%.

Peningkatan penyaluran KPR subsidi dinilai mencerminkan tingginya minat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah. Di sisi lain, pemerintah juga tengah mendorong percepatan realisasi Program 3 Juta Rumah melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk FLPP.

Dalam akad massal kali ini, penerima pembiayaan berasal dari beragam profesi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, karyawan swasta hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Agenda tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, serta sejumlah asosiasi pengembang perumahan seperti REI, APERSI, APERNAS, dan Himperra.

Program FLPP sendiri menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah pertama dengan bunga tetap dan uang muka yang terjangkau. Tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran ratusan ribu unit rumah subsidi guna mengurangi backlog kepemilikan rumah yang masih tinggi di Indonesia.



(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads