Konsumen LRT City Gerah Lihat Proyek Mandek, Kini Tuntut Refund!

Konsumen LRT City Gerah Lihat Proyek Mandek, Kini Tuntut Refund!

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 18 Jul 2026 09:09 WIB
Apartemen LRT City Ciracas
Apartemen LRT City Ciracas. Foto: Ilham Fikriansyah
Jakarta -

Salah satu proyek milik PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yakni Apartemen LRT City Tebet, Ciracas, dan Cibubur tengah jadi sorotan. Pasalnya satu per satu konsumen muncul mengeluhkan tidak adanya kejelasan kapan unit yang mereka beli akan diserahkan.

Beberapa konsumen mengatakan kepada detikcom mereka sudah bertahun-tahun menunggu. Ada yang dari 2018 membeli unit di Ciracas, tetapi hingga kini belum juga mendapatkan unitnya.

Diana (nama disamarkan) adalah konsumen yang telah membeli dua unit di Apartemen LRT City Ciracas sejak 2018 dan lunas di 2019. Ia telah mengeluarkan Rp 1,3 miliar untuk unit 1 kamar tidur sekitar Rp 800 jutaan dan unit tipe studio sekitar Rp 500 jutaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga kini dua unit itu masih gaib alias belum kelihatan wujudnya. Padahal dulu ia dijanjikan bisa menempati unit pada April 2021. Pada 2022, pihak pengembang mengatakan alasan keterlambatan penyelesaian apartemen karena ada pelanggaran kontrak dari pelaksana proyek pada masa itu.

"Jadi, kita itu dijanjikan terus. Yang sebelumnya di 15 Maret 2021, kemudian di akhir 2022, kemudian di akhir 2024, dan sampai akhirnya sekarang. Jadi, di awal tahun 2026, itu kita sudah meminta kejelasan progresnya ini seperti apa," katanya kepada detikcom pada Selasa (14/7/2026).

ADVERTISEMENT

Diana adalah 1 dari sekian banyak konsumen yang sudah gerah menunggu kepastian. Sebab, meskipun proyek di Ciracas tidak bisa selesai pada 2021, pihak pengembang tetap gencar promosi hingga saat ini. Salah satu konsumen lain yang masih terhitung baru membeli unit di Ciracas adalah Riandifa Subagio.

Ia baru membeli unit pada 2024 dan dijanjikan serah terima pada Desember 2024. Pada saat itu, ia tidak tahu kalau proyek apartemen tersebut bermasalah. Ia membeli memang karena lokasinya strategis dan pembangunnya adalah anak usaha perusahaan BUMN.

Uang yang sudah disetorkan ke bank untuk pembelian unit di Ciracas sekitar Rp 1,2 miliar. Itu adalah uang dari hasil mencicil 180 bulan. Namun, ternyata proyek terebut macet dan hingga kini belum tahu kapan selesainya.

Saking bingungnya Riandifa mencari kejelasan perihal proyek ini, ia telah mencoba mengadu ke beberapa pihak, salah satunya kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Managing Director Human Capital Agus Dwi Handaya, hingga pihak OJK perihal masalah ini. Namun, hingga saat ini belum ada balasan dari mana pun.

"Acara di Jogja itu ada Jogja Economic Festival yang mengundang Pak Dony Oskaria di situ saya sudah surati beliau ya di acara ekonomi gitu bahwasannya saya meminta permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan gitu," tuturnya.

Apartemen LRT City CiracasApartemen LRT City Ciracas Foto: Ilham Fikriansyah

Ada pun, pembangunan Apartemen LRT City Ciracas sudah dimulai sejak 2018. Berdasarkan pantauan detikcom pada Senin (13/7/2026) wujudnya sudah ada dan telah berdiri kokoh bahkan hingga ke gedung parkirnya. Jendela sudah terpasang dari atas hingga bawah. Namun, fasadnya belum selesai. Area luar ini masih tampak beton abu-abu.

Fasad bangunan bagian bawah jauh berantakan dan beberapa material yang sudah dipasang masih dibungkus pelapis.

Lokasi apartemen ini dekat dengan stasiun LRT Ciracas dan bisa dilihat saat menaiki LRT.

Apartemen LRT City Cibubur Juga Senasib

Salah satu konsumen Apartemen LRT City Cibubur, Frans (nama disamarkan), bercerita telah membeli unit sejak Desember 2022 dan dijanjikan serah terima unit pada Desember 2025. Ia mengambil KPA untuk rumah impiannya.

Pada saat membeli, ia tidak pergi ke lokasi karena memang sudah percaya pengembangnya dari BUMN dan lokasinya strategis. Ia baru datang ke lokasi di bulan serah terima unit. Kedatangannya bukan karena ingin terima kunci, melainkan setelah mendengar rumor proyeknya macet.

"Saya saat itu juga agak marah yang kenapa saya sebagai konsumen tidak dapat surat itu dari jauh hari. Kenapa di bulan serah terima saya serah terima, saya baru dapat gitu loh. Alasannya adalah karena ibu adalah konsumen kredit jadi ibu mendapatkan surat itu paling terakhir," kata Frans kepada detikcom pada Rabu (15/7/2026).

Sejak itu, Frans memutuskan berhenti kredit. Uang Rp 150 jutaan dari harga unit Rp 500 juta kini tertahan di bank. Pengajuan pengembalian dana dipersulit.

Apartemen LRT City CibuburApartemen LRT City Cibubur Foto: Ilham Fikriansyah

Dalam pantauan detikcom, kondisi Apartemen LRT City Cibubur saat ini belum ada pembangunan sama sekali. Di sekitar lahan proyek tersebut tidak ada tanda-tanda pengerukan dan hanya ditutupi dinding.

Saat mendekat ke pintu masuk, tidak tampak pekerja yang keluar masuk, tidak ada alat berat, tidak ada crane, dan tidak ada kebisingan seperti yang biasa terdengar di proyek. Bahkan, kantor marketing-nya pun terpantau sepi.

Masyarakat bisa dengan mudah menemukan apartemen ini karena lokasinya dekat dengan Stasiun LRT Harjamukti dan di depannya terdapat plang "LRT CITY CIBUBUR".

Apartemen LRT Tebet Terlihat Ada Crane, tapi Cuma Hiasan

Apartemen LRT City TebetApartemen LRT City Tebet Foto: Ilham Fikriansyah

Sama seperti apartemen di Ciracas, Apartemen LRT Tebet juga sudah ada wujud bangunannya. Bahkan detikcom melihat ada crane di atas gedung seakan pembangunan masih berjalan. Ternyata itu tidak beroperasi.

Hal ini menurut penuturan dari salah satu konsumen bernama Dasko (nama disamarkan) yang sempat menyamar sebagai pembeli baru demi mencari kepastian pembangunan pada awal tahun ini. Ternyata keramaian di area proyek apartemen adalah milik proyek sebelah yang hanya menumpang barang.

"Waktu awal-awal tahun saya samperin lagi Tebet, karena ada barang-barang tadi yang bilang ada crane, ada barang-barang bangunan. Saya samperin, saya tanya security, 'Pak ini ada barang kok nggak dikerjain?'. Katanya, 'Ini barang punya gedung sebelahnya, Pak'," ungkapnya.

Ia juga menjadi korban harapan palsu dari pihak pengembang. Dasko sebelumnya adalah pembeli unit di Apartemen LRT City Ciracas pada 2018. Namun karena proyek ini tidak jelas dan ia mendengar Apartemen LRT City di Tebet akan serah terima pada 2026, ia memutuskan pindah. Ia bahkan rela tambah biaya jadi Rp 1,9 miliar demi dapat unit di Tebet. Namun, takdir berkata lain, proyek di Tebet juga tidak jelas nasibnya.

"Kena zonk dua kali, udah pindah ke Tebet juga sama. Nggak ada progres," ungkap Dasko.

Konsumen Menuntut Pengembalian Dana (Refund)

Frans yang sudah berhenti cicilan, kini tengah berjuang mendapatkan uangnya kembali. Namun, proses klaim refund itu tidak mudah.

"Saya sih sebenarnya lebih ingin kalau proyek ini bisa jalan. Tapi dengan 6 bulan yang digantung seperti ini, saya sih sudah sangat pesimis ya. Jadi saya minta full refund sih. Full refund untuk semua biaya," katanya.

Pihak pengembang sempat mengarahkan dirinya untuk membuat surat refund. Namun, Frans merasa janggal karena pengajuannya melalui WhatsApp bukan e-mail atau alamat tujuan yang lebih formal ke perusahaan. Akhirnya ia juga meminta e-mail resmi pengembang agar refund ini benar-benar diurus.

"Saya sempat WhatsApp lagi ke CRM (Customer Relationship Management), saya tanya, 'Bagaimana follow up surat refund saya?'. Jawaban mereka, refund baru bisa dilakukan setelah ada penjualan kembali unit. Pertanyaan saya, penjualan kembali unit yang mana? Sama sekali belum dibangun. Lalu, uang yang selama ini saya setorkan ada di mana posisinya? Setelah itu udah nggak dijawab lagi sama CRM-nya, udah hilang aja," ungkapnya.

Lalu, Dasko juga mengatakan sebelum pindah ke Tebet, ia adalah calon penghuni rusun Ciracas. Namun karena tidak ada kejelasan, ia pindah. Alasan kepindahannya ini juga karena ia tidak bisa mengklaim refund di Ciracas.

"Saya yang minta refund karena kan di Ciracas kan saya minta refund nggak bisa," kata Dasko.

Caca (nama disamarkan) seorang konsumen Apartemen LRT City Cibubur juga menginginkan uangnya kembali. Ia telah membeli sejak 2021 seharga Rp 490 jutaan melalui cash bertahap selama 36 kali. Kredit tersebut sudah lunas 2024 dan dijanjikan akan serah terima pada 31 Desember 2025. Namun, hingga kini ia belum mendapatkan unitnya.

"Sekarang begitu kami sudah memenuhi kewajiban kami, dari sisi mereka tidak ada kabarnya seperti mereka meninggalkan kewajiban mereka. Jadi dari sisi saya, saya sebagian sudah beli dari rumah, saya kecewa dan saya ingin meminta uang saya dikembalikan, tapi saya tidak bisa berhubungan dengan mereka secara langsung," ujar Caca kepada detikcom pada Selasa (14/7/2026).

Ada pun, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) merupakan anak perusahaan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk. ADCP berdiri sejak tahun 2018 dan bergerak di bidang properti, hospitality, dan commercial support.

Sementara Apartemen LRT City berkonsep hunian Transit Oriented Development (TOD) dengan stasiun LRT terdekat. Apartemen LRT City Tebet bahkan disebut sebagai proyek multifungsi pertama di Jalan MT Haryono yang terintegrasi langsung dengan sistem transportasi massal LRT, BRT, dan KRL.

Progres Apartemen LRT City Tebet fase satu disebut mulai groundbreaking sejak November 2019 dan ditargetkan serah terima pada Desember 2024. Kemudian, Apartemen LRT City Ciracas sudah dimulai pada Desember 2018. Sementara itu, Apartemen LRT City Cibubur hingga kini belum ada pembangunan fisik berdasarkan pantauan detikcom.

Halaman 2 dari 2
(aqi/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads