Ada Lagi Anomali di Depok, Bunga Bangkai Tumbuh di Rumah Mangkrak

Ada Lagi Anomali di Depok, Bunga Bangkai Tumbuh di Rumah Mangkrak

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 25 Jun 2026 06:06 WIB
Temuan bunga bangkai di salah satu rumah di Depok
Temuan bunga bangkai di salah satu rumah di Depok. Foto: Vika Nisaul Fajri
Jakarta -

Depok dikenal sebagai kota yang banyak ditemukan kejadian mengejutkan, mulai dari kasus Covid-19 pertama, babi ngepet, hingga kolor ijo. Baru-baru ini ada kabar mengejutkan lainnya, yakni warga menemukan bunga bangkai tumbuh di area rumah.

Keberadaan bunga bangkai ini pertama kali diketahui oleh pasangan yang rumahnya di depan lokasi bunga bangkai tumbuh. Salah satu dari mereka, Vika Nisaul Fajri, mengungkapkan pertama kali mencium bau tak sedap pada Minggu malam (20/6/2026) setelah pulang kerja. Ia mengira asalnya dari sampah atau bangkai hewan mati.

"Pas sampe di rumah buka pintu mobil, udah mulai kecium bau bangkai gitu. Saya pikir mungkin bau sampah atau ada tikus atau kucing yang mati di sekitar rumah," kata Vika kepada detikcom pada Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bau itu tidak hilang sampai besok pagi. Ia pun mengecek tempat sampah di depan rumah, tetapi asalnya bukan dari sana. Akhirnya ia dan suaminya mengikuti sumber bau yang ternyata dari lahan depan rumah.

Di sana mereka menemukan tanaman aneh setinggi kira-kira sebetis manusia dewasa. Kondisinya sudah mekar. Bagian atasnya berwarna seperti burgundy atau ungu tua dan bagian dalam kuning. Sementara bawahnya atau bagian luar dari kelopak berwarna hijau.

ADVERTISEMENT

"Beneran bau bangkai, beneran bau bangkai. Kalau pernah nyium bangkai tikus nih ya, kaya gitu," tuturnya.

Vika buru-buru mengambil ponsel untuk mengabadikan temuan mereka. Video yang diunggahnya ke media sosial @vikanisaulf kemudian diunggah ulang oleh Instagram @depok24jam. Seketika video tersebut viral.

Di saat bersamaan, warga Perumahan Bumi Mentari, Pondok Peti, Bojongsari, Depok, Jawa Barat mulai berdatangan untuk melihat.

Menurut pengakuan salah satu warga, mereka sempat melihat tunas tanaman tersebut pada saat kegiatan kerja bakti seminggu sebelumnya. Namun, karena tidak mengenal tanaman jenis apa sehingga dibiarkan.

"Sekitar seminggu lalu (tanggal 13/14 Juni) ada kegiatan kerja bakti bapak-bapak, itu udah mulai keliatan kuncupnya. Tapi nggak ada bau tercium dan nggak ada yang tau juga itu tunas tanaman apa," ungkapnya.

Vika mengatakan lingkungan rumahnya memang masih asri dan banyak kebun, meskipun sudah ramai perumahan. Bahkan lokasi ditemukan bunga bangkai itu sebenarnya lahan yang terbengkalai karena rumah yang hendak dibangun mangkrak. Akhirnya lahan kosong tak terawat itu dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menanam cabai dan daun salam. Di lahan itu juga tumbuh subur pohon pisang.

"Pohon-pohon jati gitu masih ada. Emang masih subur sih kayak masih banyak perkebunan-perkebunan juga kayak ada kebun terong. Dekat rumah aku masih ada yang tanam terong gitu-gitu. Emang masih lumayan asri," ungkapnya.

Tetangga Vika mengaku tidak ada yang mencium bau tak sedap. Mereka juga sama kagetnya mendapati tanaman tersebut muncul di lingkungan mereka.

"Aku nanya bude-bude sekitar juga, nggak ada, kan mereka udah berpuluh-puluh tahun gitu dari anak yang masih kecil-kecil sampai sekarang udah pada kerja gitu. Emang nggak ada cerita tentang adanya bunga-bunga ini gitu. Baru ini saja," ujarnya.

Vika mengatakan jenis tanaman tersebut adalah adalah suweg atau nama ilmiahnya amorphophallus paeoniifolius. Ia mencoba mencari tahu sendiri melalui situs pencarian AI dan membaca komentar dari netizen di akun @depok24jam yang sempat mengunggah video miliknya.

"Aku nanya chatGPT, sama baca di kolom komentar akun depok24jam juga katanya itu jenis bunganya suweg masih 1 kerabat sih sama bunga bangkai," terang Vika.

detikcom mencoba menelusuri dan menemukan ada kesamaan bentuk. Tanaman ini memang sering disebut bunga bangkai karena baunya yang tak sedap. Namun, jenisnya berbeda dengan bunga bangkai yang biasa kita kenal sebagai tanaman langka. Namun, keduanya masih satu kerabat karena masuk dalam famili yang sama, yakni talas-talasan (Araceae). Banyak yang meyakini jika muncul tanaman suweg berarti pertanda datangnya musim hujan.

Kini tanaman tersebut telah diberi tanda oleh pihak RT. Warga setempat tidak berniat untuk mencabutnya. Mereka membiarkan saja karena kondisinya juga sudah layu.

"Ini sih sementara sama RT kayak dipagerin gitu. Eh bukan dipagerin ya, kayak cuma ditandain aja gitu," kata Vika.

Warga yang datang kebanyakan hanya melihat dan mengambil foto atau video, tidak ada yang sampai memegangnya.

"Ini tuh emang udah nggak kecium baunya. Masih tumbuh. Cuma udah layu aja, udah mulai keriput gitu lho kelopaknya. Katanya ini kan emang umbinya masih ada di bawah tuh. Katanya kalau nanti layu akan roboh sendiri. Nanti tuh jarak berapa tahun gitu, akan tetap tumbuh lagi gitu lho kalau umbinya masih ada di dalam," jelas Vika.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads