Kronologi Penemuan Bunga Bangkai di Rumah Mangkrak Depok

Kronologi Penemuan Bunga Bangkai di Rumah Mangkrak Depok

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 24 Jun 2026 14:47 WIB
Penemuan bunga bangkai atau tanaman suweg di Depok
Foto: Tangkapan layar Instagram @vikanisaulf
Jakarta -

Depok kembali menggegerkan jagat maya setelah ada penemuan bunga bangkai di salah satu rumah warga. Tanaman tersebut tumbuh di lahan kosong bekas pembangunan rumah yang kini mangkrak.

Menurut salah satu warga yang pertama kali menemukan tanaman tersebut, Vika Nisaul Fajri, dirinya pertama kali mencium bau tak sedap pada Minggu malam (20/6/2026) setelah pulang kerja. Ia mengira asalnya dari sampah atau bangkai hewan mati.

"Pas sampe di rumah buka pintu mobil, udah mulai kecium bau bangkai gitu. Saya pikir mungkin bau sampah atau ada tikus atau kucing yang mati di sekitar rumah," kata Vika kepada detikcom pada Rabu (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bau itu tidak hilang sampai besok pagi. Ia pun mengecek tempat sampah di depan rumah, tetapi asalnya bukan dari sana. Akhirnya ia dan suaminya mengikuti sumber bau yang ternyata dari lahan depan rumah.

ADVERTISEMENT

Di sana mereka menemukan tanaman aneh setinggi kira-kira sebetis manusia dewasa. Kondisinya sudah mekar. Bagian atasnya berwarna seperti burgundy atau ungu tua dan bagian dalam kuning. Sementara bawahnya atau bagian luar dari kelopak berwarna hijau.

"Beneran bau bangkai, beneran bau bangkai. Kalau pernah nyium bangkai tikus nih ya, kayak gitu," tuturnya.

Vika buru-buru mengambil ponsel untuk mengabadikan temuan mereka. Lalu, tetangga mulai berdatangan untuk melihat. Menurut pengakuan salah satu warga, mereka sempat melihat tunas tanaman tersebut pada saat kegiatan kerja bakti seminggu sebelumnya. Namun, karena tidak mengenal tanaman jenis apa sehingga dibiarkan.

"Sekitar seminggu lalu (tanggal 13/14 Juni) ada kegiatan kerja bakti bapak-bapak, itu udah mulai keliatan kuncupnya. Tapi nggak ada bau tercium dan nggak ada yang tau juga itu tunas tanaman apa," ungkapnya.

Vika mengatakan lingkungan rumahnya memang masih asri dan banyak kebun, meskipun sudah ramai perumahan. Bahkan lokasi ditemukan bunga bangkai itu dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk menanam cabai dan daun salam.

"Pohon-pohon jati gitu masih ada. Emang masih subur sih kayak masih banyak perkebunan-perkebunan juga kayak ada kebun terong. Dekat rumah aku masih ada yang tanam terong gitu-gitu. Emang masih lumayan asri," ungkapnya.

Jarak antara rumahnya ke bunga bangkai sekitar 5-10 meter. Tidak ada yang mencium bau tersebut selain dirinya dan suaminya. Bahkan tetangga yang rumahnya di sebelah lahan tersebut tidak ada yang menyadarinya. Ini menjadi kejadian pertama ada bunga bangkai yang tumbuh di Perumahan Bumi Mentari, Pondok Peti, Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

"Aku nanya bude-bude sekitar juga, nggak ada, kan mereka udah berpuluh-puluh tahun gitu dari anak yang masih kecil-kecil sampai sekarang udah pada kerja gitu. Emang nggak ada cerita tentang adanya bunga-bunga ini gitu. Baru ini saja," ujarnya.

Berdasarkan catatan detikcom, tanaman ini memang sering disebut bunga bangkai karena baunya yang tak sedap. Jenisnya berbeda dengan bunga bangkai yang biasa kita kenal yang termasuk tanaman langka. Namun masih satu famili, yakni talas-talasan (Araceae). Banyak yang meyakini jika muncul tanaman suweg berarti pertanda datangnya musim hujan.

Penemuan ini menjadi viral di jagat maya setelah video yang dibagikannya ke media sosial diunggah di akun @depok24jam. Mulai banyak yang menghubunginya terutama dari media.



(aqi/abr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads